DKI Dapat Pasokan Air dari Kabupaten Tangerang Selama 20 Tahun
Oleh mandra pradipta pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 13:13:42 WIB

Bagikan Berita ini :

11aniesair.jpg
Sumber foto : mandra pradipta-teropongsenayan.com
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--DKI Jakarta akan mendapatkan pasokan air sebanyak 2.875 liter per detik dari PDAM Tirta Kerta Raharja, Kabupaten Tangerang, selama 20 tahun. Pasokan air tersebut tercantum dalam kerja sama Pemprov DKI dengan Pemkab Tangerang.

Penandatangan dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Anies mengatakan, kerja sama antara pihaknya dengan Kabupaten Tangerang perihal pengadaan air bersih sebagai bentuk tanggung jawab bagi generasi ke depan.

Nantinya, kata Anies, Jakarta akan mendapat suplai air bersih sebanyak 2.875 liter per detik dari PDAM Tirta Kerta Raharja, Kabupaten Tangerang, selama 20 tahun ke depan.

"Kerja sama ini jangan hanya memikirkan tentang hari ini, atau tahun depan, tapi pikirkanlah pengelolaan air ini untuk generasi ke depan," kata Anies di Gedung Balai Kota, Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Mantan Menteri Pendidikan ini menyatakan bahwa Jakarta telah didukung suplai air bersih dari Kabupaten Tangerang sejak 1993. Sehingga, kerja sama yang telah ditandatangani hingga 20 tahun tersebut merupakan tongkat estafet yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

"20 tahun tampaknya panjang, tetapi sebenarnya bagi usia sebuah kota dan pembangunan kota, 20 tahun itu pendek. Bagi kota ini kebutuhan itu (air bersih) akan terus berkelanjutan," tukasnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengapresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang telah melakukan MoU terkait penyediaan air bersih.

Menurut Zaki, MoU tersebut adalah bentuk komitmen untuk mencapai target pembangunan dengan akses berkelanjutan bagi warga DKI terhadap air bersih dan air minum yang layak.

"Dimana komitmen pemerinta tersebut kita tuangkan dalam bentuk kerjasama yang kita lanjutkan pada hari ini dengan Pemprov DKI dalam rangka mendukung dan mengambil peran serta supplai air bersih dan air minum kepada DKI Jakarta," kata Zaki.

Zaki pun mengungkapkan, permasalahan air bersih dan air minum bukan hanya terjadi di DKI Jakarta saja, melainkan juga beberapa daerah yang memang keterbatasan sumber daya air.

Dia pun mengharapkan dengan kerja sama ini bakal ada beberapa MoU Lainnya yang bisa dilakukan antara pemerintah Kabupaten Tangerang dengan pemerintah DKI Jakarta.

Tentu saja, kata Zaki, dalam rangka meningkatkan peran serta pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

"Khususnya bukan saja untuk air bersih, tapi nanti ke depan untuk berbagai hal," ujarnya.

Zaki pun menyarankan agar PDAM Tirta Kerta Raharja sebagai pihak pelaksana bisa melakukan kerja sama dengan PAM Jaya DKI Jakarta untuk menjawab kebutuhan air bersih kepada Pemprov DKI.(plt)

tag: #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING