Mengikat Rambut pada si Kecil Bisa Merusak Saraf Otak
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 16:00:44 WIB

Bagikan Berita ini :

24johnsons-baby-5-ide-gaya-rambut-cantik-untuk-sang-putri-kecil-1.jpg
Sumber foto : dok istimewa
Ilustrasi: rambut anak yang diikat.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Mengikat rambut atau kuncir rambut pada anak ternyata perlu diperhatikan dengan serius. Apalagi, mengikat rambut dengan menggunakan karet. Ternyata kuncir rambut memiliki dampak buruk pada kesehatan anak. 

dr Meta Hanindita Sp.A  mengatakan mengikat rambut pada anak terlalu ketat akan membuatnya mudah pusing. Kemudian bisa merusak sistem saraf otak yang berkepanjangan. Utamanya menggunakan pengikat rambut berbahan karet. 

"Untuk anak perempuan, jangan mengikat rambutnya terlalu ketat. Hindari pengikat rambut berbahan karet karena bikin anak tambah pusing," kata dr Meta Hanindita Sp.A  di Jakarta.

Untuk itu, disarankan rambut pada anak lebih baik di gerai sehingga membuatnya lebih sehat dibandingkan mengikat. Sementara, rambut membutuhkan cukup kelembaban dan nutrisi saat beraktivitas.

Selain itu, orang tua juga disarankan agar tidak terlalu sering melakukan keramas. Biasanya orang tua akan membasahi rambut anak setiap hari sekali. Pasalnya hal ini akan mengurangi kelembaban pada kulit anak, utamanya pada bayi. 

"Kelenjar keringat yang ada di kulit kepala batita masih belum semputan benar, sebenarnya batita tidak perlu terlalu sering keramas, kecuali untuk mereka yang sangat aktif dan sering berkeringat. Cukup dua hari sekali. Pastikan semua sisa shampo dibersihkan dengan sempurna," tukasnya. (aim)

tag: #kesehatan  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING