Indo Barometer: Elektabilitas Rindu dan Duo DM Bersaing Ketat
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 13 Feb 2018 - 16:55:16 WIB

Bagikan Berita ini :

35Pasangan-Cagub-Cawagub-Jabar.jpg
Sumber foto : Istimewa
Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018

BANDUNG (TEROPONGSENAYAN)--Elektabilitas pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) dan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Dua DM) bersaing ketat di Pilgub Jawa Barat 2018. Posisi yang paling tinggi ditempati pasangan Rindu.

Demikian hasil survei yang diliris Indo Barometer. "Kita ingin melihat dari sisi bagaimana elektabilitas dan popularitas setiap pasangan calon dan terkait elektabilitasnya, posisi yang paling tinggi memang ada di Pasangan Rindu, kemudian disusul oleh Pasangan Dua DM," kata Peneliti Indo Barometer Asep Saepudin, di Kota Bandung, Selasa (13/2/2018).

Dalam survei yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat dari tanggal 20-23 Januari 2018 dengan margin error lebih kurang 3,46 persen, diketahui bahwa elektabilitas tertinggi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat pada Januari 2018 ditempati oleh Pasangan Rindu yakni sebesar 44,8 persen. Kemudian disusul oleh Pasangan Dua DM atau Daddy Mizwar Dedi Mulyadi yakni sebesar 27,9 persen.

Ketiga pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan sebesar satu persen, dan keempat oleh pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu sebesar 0,9 persen.

"Sementara untuk Pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan serta Sudrajat-Ahmad Syaikhu memang secara pengenalan dan kesukaan masih di bawah dan itu berkaitan dengan elektabilitasnya masih terbatas," kata dia.

Dia mengatakan, survei kali ini merupakan survei keempat yang dilakukan oleh Indo Barometer terkait dinamika di Pilgub Jawa Barat 2018.

Temuan lainnya pada survei kali ini, kata Asep, adalah terkait tingkat pengenalan calon di Pilgub Jawa Barat 2018 dan hasilnya tingkat pengenalan calon tertinggi diraih oleh Deddy Mizwar sebesar 97,1 persen, disusul M Ridwan Kamil sebesar 88,8 persen, lalu Dedi Mulyadi sebesar 67 persen dan Uu Ruzhanul Ulum sebesar 43,9 persen.

Sedangkan untuk tingkat pengenalan calon terendah, lanjut dia, adalah TB Hasanuddin sebesar 10,6 persen, kcmudian Sudrajat 11,1 persen, Anton Charliyan sebesar 15,5 persen dan Ahmad Syaikhu sebesar 18,6 persen.

"Kami melihat hal ini wajar karena Sudrajat dan TB Hasanuddin baru menjadi calon di Pilgub Jawa Barat," kata dia.(yn/ant)

tag: #pilkada-jabar-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING