TSJateng

Pangkas Kemiskinan di Jateng Jadi 6 Persen, Ini Penjelasan Pak Dirman

Oleh M Anwar pada hari Minggu, 18 Feb 2018 - 00:48:12 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

53IMG_20180218_004329.jpg

Pak Dirman saat orasi politik pada acara Rapat Kerja Daerah PKS Kabupaten Semarang di Ungaran, Sabtu (17/2/2018) (Sumber foto : Istimewa )

UNGARAN (TEROPONGSENAYAN)--Calon gubernur Jawa Tengah Tengah, Sudirman Said menegaskan, jika terpilih sebagai gubernur dirinya akan memangkas angka  kemiskinan di Jateng dari 13 persen saat ini menjadi enam persen. Caranya adalah dengan menciptakan 100 usaha baru di tiap kecamatan, kemudian menumbuhkan satu juta wirausahawann perempuan, yang dengan itu semua akan membuka  lima juta lapangan kerja baru.  

"Banyak yang pesimis, tapi Insyaa Allah kita bisa melakukannya," tandas Pak Dirman dalam orasi politik pada acara Rapat Kerja Daerah PKS Kabupaten Semarang di Ungaran, Sabtu (17/2/2018).

Menurut Pak Dirman, memangkas kemiskinan tidaklah sulit. Yang diperlukan hanyalah seorang manajer yang mampu mengelola sumber daya alam dan manusia di Jawa Tengah untuk kemudian memanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

Dengan pengalaman profesionalnya memimpin sejumlah lembaga, baik swasta maupun BUMN, Pak Dirman meyakini akan dapat menyelesaikan persoalan kemiskinan di Jateng. Misalnya, ketika di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, Pak Dirman berhasil mengelola pembangunan 125 ribu rumah dalam waktu empat tahun.

Pak Dirman mengungkapkan, menjadi kepala daerah tidak sesulit menjadi eksekutif perusahaan. Eksekutif perusahaan uang harus cari sendiri, sementara kepala daerah anggaran disiapkan, birokrat pendukung juga ada, tinggal melaksanakan program.

"Jadi semua disiapkan, tinggal jalan. Jadi kalau bekerja semata untuk kepentingan rakyat, tidak ada yang sulit. Termasuk memberantas kemiskinan," urai Pak Dirman.

Pak Dirman juga menyampaikan, jika terpilih dia akan mementingkan pembangunan infrastruktur, utamanya soft infrastruktur atau infrastruktur lunak, yakni pembangunan manusia. Masyarakat Jateng dibangun jiwanya, dibangun moralnya.

Jika moralnya terbangun, maka korupsi tidak akan punya tempat di Jawa Tengah. Kalau korupsi bisa diatasi maka kemiskinan juga akan teratasi. Karena korupsi menjadi salah satu sebab kemiskinan.(dia) 

tag: #  

Bagikan Berita ini :