Ganjar Berjihad Lawan Fitnah
Oleh M Anwar pada hari Kamis, 22 Feb 2018 - 08:30:00 WIB

Bagikan Berita ini :

9gubernur-ganjar-pranowo-diperiksa-kpk-sebagai-saksi-kasus-e-ktp_20161207_200028.jpg
Sumber foto : Dok Istimewa
Gubernur Ganjar Pranowo

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan jihad melawan fitnah yang bakal dialamatkan kepada dirinya dalam memanfaatkan momen Pemilihan Kepala Daerah 2018.

"Dimungkinkan kasus korupsi KTP elektronik akan dimanfaatkan pada momen Pilkada Jateng ini," ujarnya ditemui usai menghadiri Rapat Kerja Cabang Khusus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus di GOR Bung Karno Kudus, Rabu.

Hadir pada acara tersebut, Ketua DPC PDIP Kudus Musthofa, anggota Komisi VII DPR Daryatmo Mardiyanto, DPD Bambang Hariyanto Baharudin, serta pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kudus Masan-Noor Yasin.

Apalagi, lanjut Ganjar, Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dalam sidang korupsi KTP elektronik untuk terdakwa Setya Novanto memberikan keterangan bahwa dirinya menerima uang dari proyek KTP-el.

"Jika orang yang berbicara hanya satu orang, apakah bisa jadi alat bukti, tentunya tidak. Hakim juga bertanya apakah dia melihat atau kata orang dan jawabannya kata orang. Sudahlah hentikan fitnah itu," ujarnya.

Terkait apakah hal itu akan dimanfaatkan pada momen Pilkada Jateng 2018, kata dia, bisa saja dimanfaatkan.

"Biarkan saja, karena kejujuran akan diuji," ujarnya.

Ia mengaku tertantang untuk melawannya dan harus istikomah.

Untuk berjihad melawan fitnah, kata dia, bisa dilakukan dengan menunjukkan bukti kebenarannya.

Pada kesempatan tersebut, dia mengaku senang karena mesin partai mulai menggelinding yang ditambah elemen masyarakat, kelompok agama, dan masyarakat hadir.

"Ada banyak dukungan tentu memberi semangat. Saya hanya titip kepada mereka jangan menyebarkan hoaks, menyakiti orang, memecah belah, dan ujaran kebencian karena semua orang harus bisa menciptakan kampanye damai," ujarnya.

Menurut dia berdebat soal program tentu lebih baik.

Ia berharap pertemuan ini semakin menguatkan mesin partai, pendukung, kelompok masyarakat, maupun relawan.

Apalagi, lanjut dia, pertemuan serupa sudah beberapa kali digelar, seperti di Banyumas Raya, Pantura, dan Solo Raya, dan pekan depan di Kedu Raya sehingga mereka nantinya mulai bergerak.

"Mudah-mudahan hal itu menjadi energi tim pemenangan dirinya bersama wakilnya untuk memenangkan Pilkada Jateng 2018," ujarnya.

Di hadapan ribuan simpatisan dan kader PDI Perjuangan Kudus, Ganjar Pranowo bercerita soal perjodohan dirinya dengan Taj Yasin yang menjadi pendamping dalam Pilkada Jateng 2018 diklaimnya sebagai kehendak Allah SWT.

Padahal, kata dia, sebelumnya sudah ada upaya mencari pendamping, namun belum menemukan.

"Tiba-tiba keputusan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri dengan ijtihadnya para ulama memunculkan Taj Yasin yang sudah dikenal lama," ujarnya.

Mudah-mudahan, kata dia, hal itu mempresentasikan kembalinya kekuatan masyarakat untuk bersatu memenangkan dirinya pada Pilkada Jateng 2018. (aim)

tag: #pilkada-jateng-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING