Arinal Bertekad Bikin Pertanian Lampung Meningkat
Oleh M Anwar pada hari Sabtu, 10 Mar 2018 - 06:29:45 WIB

Bagikan Berita ini :

26Arinal-Djunaidi-ketiga-kiri.jpg
Sumber foto : Istimewa
Arinal Djunaidi (ketiga, kiri) saat menghadiri diskusi publik bertema 'Membedah Janji Politik dan Komitmen Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung' di Gedung Nusantara V MPR, Jakarta, Jumat (9/3/2018)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Calon gubernur (cagub) Provinsi Lampung Arinal Djunaidi menyoroti sektor pertanian di wilayah tersebut. Jika terpilih, ia bertekad untuk meningkatkan sektor pertanian, yang lahannya saat ini mengalami penurunan.

Hal itu ia ungkapkan dalam diskusi publik bertema 'Membedah Janji Politik dan Komitmen Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Lampung' di Gedung Nusantara V MPR, Jakarta, Jumat (9/3/2018). Acara itu digelar MPR RI bekerja sama dengan Forum Komunikasi Persaudaraan Lampung Perantauan (FK PLP). 

“Saat ini, Provinsi Lampung adalah salah satu lumbung pangan nasional, semestinya harus dijaga agar pertanian di daerah ini berhasil maksimal," kata Arinal.

Arinal bertekad membangun Lampung menjadi provinsi yang memiliki kekuatan ekonomi berbasis pertanian dan perdesaan yang seimbang dengan perkotaan.

Di bidang pangan, Provinsi Lampung menyumbang 10 persen dari kebutuhan nasional.

"Namun yang menjadi persoalan serius, keunggulan tersebut berbanding terbalik dengan kesejahteraan masyarakatnya,” ungkap Arinal.

Calon gubernur dengan nomor urut 3 itu mengatakan, meskipun pertumbuhan sektor pertanian memberikan kontribusi terbesar, namun pertumbuhan di sektor ini masih di bawah sektor energi dan infrastruktur. Bahkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung dalam tiga tahun terakhir menunjukkan luas lahan sawah terus berkurang.

Pada 2012, luas lahan sawah di Lampung 456.725 hektare (ha). Kemudian, 2013 lahan sawah di Lampung berkurang 60.223 ha menjadi 396.502 ha. Selanjutnya, pada tahun 2014 luas lahan sawah di Lampung kembali mengalami penurunan 27.140 ha menjadi 369.362 ha.

“Mengapa ini terjadi, tentu ada suatu tata kelola yang belum sempurna dalam mengelola pertanian. Padahal, sektor pangan memberikan kontribusi besar secara nasional,” ujar Arinal.

Kemiskinan dan Pendidikan

Membangun sektor perekonomian yang berbasis pertanian dan perdesaan yang seimbang dengan perkotaan ini, kata Arinal, juga berangkat dari kondisi masyarakat Lampung saat ini. Persoalan pendidikan dan kemiskinan masih mendera masyarakat Lampung. Data BPS Lampung menyatakan, jumlah penduduk miskin pada September 2017 masih tersisa sebanyak 1.083.740 orang.

Angka ini menurun 13,04 persen dibandingkan dengan Maret 2017 sebesar 1.131.730 orang. Penurunan itu teristimewa pada tahun 2017 oleh karena berbagai faktor.

Cagub yang diusung koalisi tiga partai (Golkar, PAN, PKB) itu berujar, kalau dirinya terpilih menjadi gubernur, dia akan mengedepankan visi “Rakyat Lampung yang Berjaya”, yang memiliki arti: Lampung yang aman, maju, berbudaya, berdaya saing, dan sejahtera. Anak petani kelahiran Waykanan dan besar di Bandarlampung ini melihat pemerintahan Lampung selama ini tidak memiliki tata kelola pemerintahan yang baik.

Makanya, dia akan mendorong penyelenggaraan manajemen pembangunan daerah yang solid dan bertanggung jawab (good governance) untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan publik. “Oleh karena itu, dalam pembangunan ke depan, subjeknya adalah rakyat,” tegas Ketua DPD I Golkar Provinsi Lampung itu.

Dengan pengetahuan dan pengalamannya selama ini di Lampung, Arinal beserta pasangannya, Chusnunia Chalim, berkomitmen untuk membangun Lampung berbasis pertanian dengan mengembangkan infrastruktur guna meningkatkan efisiensi produksi dan konektivitas wilayah.

“Ini semua programnya sudah ada dalam 33 janji kerja saya yang akan langsung masuk dalam APBD 2019 jika terpilih sebagai gubernur Lampung,” imbuhnya.(yn)

tag: #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING