Anies Beberkan Kesalahan Fatal Hotel Sari Pan Pacific
Oleh Alfian Risfil pada hari Selasa, 13 Mar 2018 - 10:37:28 WIB

Bagikan Berita ini :

89Anies-Baswedan-Limbah-Hotel.jpg
Sumber foto : Istimewa
Anies Baswedan bersama jajarannya melakukan sidak ke Hotel Sari Pan Pacific di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat Senin (12/3/2018)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Gubernur DKI Anies Baswedan bersama jajarannya melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Hotel Sari Pan Pacific di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Dalam Sidaknya tersebut, didapati sejumlah pelanggaran soal pengelolaan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Sidak tersebut dilakukan Anies SKPD dan Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Serta Pemanfaatan Air Tanah.

"Kami sudah memeriksa sebuah hotel di Jalan MH Thamrin. Di sini terlihat banyak sekali ketentuan, bahkan perundangan yang tidak ditaati," ujar Anies di Hotel Sari Pan Pacific, Senin (12/3/2018).

Pemeriksaan tersebut dilaksanakan di fasilitas IPAL yang terletak di belakang hotel. Dia pun membeberkan beberapa kesalahan fatal yang dilakukan oleh pengelola hotel bintang lima tersebut.

Pertama, kata Anies, hotel Sari Pan Pacific tidak memiliki sumur resapan. Padahal, keberadaan sumur resapan merupakan fasilitas dasar yang harus dimiliki bangunan.

"Jadi air yang digunakan di hotel ini dialirkan keluar dan menyumbang pada banjir kalau sedang ada hujan yang deras. Karena apa? Karena air tidak dimasukkan dalam tanah," katanya.

Kedua, pihak hotel melanggar aturan soal sumur dalam. Dalam dokumen tertulis surat izin pengambilan air (SIPA) itu terakhir 2013 sudah. SIPA tersebut sudah tidak berlaku lagi atau kedaluarsa.

Anies juga mengyngkapkan peletakkan alat-alatnya, termasuk alat ukur dan lain-lain tidak sesuai dengan ketentuan.

Lebih lanjut, anggota Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Serta Pemanfaatan Air Tanah Khadijah menyebut pelanggaran ketiga yang dilakukan oleh pemilik hotel, yakni soal IPAL.

Setelah diperiksa, tim tersebut menemukan bahwa IPAL meter tidak berjalan dengan benar. Kemudian, grease trap (penyaring lemak) juga tidak berfungsi dengan baik bahkan sampai luber.

"IPAL tidak di-maintanance dengan baik. Baku mutunya juga melampaui Permen LH No 68/2016 dan Pergub 122/2005. IPAL harus diperbarui, banyak sampah di dalam saluran," jelas Anies.

Pencurian Air

Bukan itu saja, Tim Pemprov DKI juga menemukan indikasi pengelola hotel Sari Pan Pacific melakukan tindak pencurian air tanah.

Petugas Dinas Perindustrian dan Energi DKI Edi Ramlam melihat keganjalan posisi meter dengan sumur yang cukup jauh.

Padahal, posisi mesin pencatat volume pemakaian air tersebut tidak boleh melebihi 20 meter dari sumur.
"Posisi meternya lebih dari 20 meter. Ini sudah menyalahi ketentuan," katanya.

Bukan itu saja, pengelola hotel Sari Pan Pacific juga memasang pipa berbetuk T atau Letter T. Alat ini mengindikasikan bahwa pengambilan air tidak melalui meteran resmi.

"Pihak pengelola juga belum bisa memperlihatkan secara jelas apakah izin itu sudah diperpanjang atau belum. Walaupun izin yang pertama sudah ada untuk keempat-empatnya," ucapnya.

Meski berada di lokasi, pihak manajemen Hotel Sari Pan Pacific enggan memberikan komentar terkait proses sidak yang dilakukan Pemprov DKI.

Selain Hotel Sari Pan Pacific, Pemprov DKI rencananya akan memeriksa 80 gedung bertingkat di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin terhitung hari ini hingga 21 Maret.

Hal itu dilakukan seiring diberlakukannya Kepgub 279/2018 Tentang Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasu Pengolahan Air Limbah Serta Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan yang disahkan pada 6 Februari 2018.‎(yn)

tag: #anies-baswedan  #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING