Opini

Rela Tidak Nyapres, Prabowo Perlu Contoh Megawati

Oleh Laode Ida pada hari Rabu, 14 Mar 2018 - 14:08:02 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

30obrolan pagi-3.jpg

Kolom bersama Laode Ida (Sumber foto : Ilustrasi oleh Kuat Santoso )

Apakah Prabowo Subianto/PS (Ketum Gerindra) masih mau jadi Capres di 2019 nanti? Jawabannya pasti hanya beliau sendiri yang menentukan. Orang lain di sekitarnya, apalagi para pengurus Gerindra, niscaya akan sangat jarang yang punya nyali untuk kasih pertimbangan obyektif terkait peluangnya mengalahkan Jokowi. 

Kalau hanya sekedar maju tanpa target menang, tentu boleh-boleh saja. Namun kalau PS harap menang jika tarung lagi lawan Jokowi, niscaya hanya Tuhan yang bisa menentukan.

Karena jika berdasarkan analisis sebatas kemampuan manusia, maka sulit untuk meyakini PS bisa kalahkan Jokowi. Berpasangan dengan siapapun, PS masih akan tetap berada di bawah Jokowi.

Ya.., pertimbangan karena pemilih sudah jenuh, faktor usia, isu kesehatan, dan banyak lagi faktor lain. Sementara, tak ada gebrakan signifikan PS setelah kalah nyapres 2014 lalu.

Memang ada gerakan umat islam yang kemudian berdampak pada tumbang Ahok dalam tarung gubernur DKI 2017 lalu. Saat itu PS dikesankan bersama mendukung gerakan Islam yang untungkan Anies-Sandi. PS dengan Gerindranya mendukung Anies-Sandi. 

Itu semua lebih pada pencitraan saja, bukan soal ideologis. Sehingga sulit untuk disimpulkan bahwa kekuatan Islam akan berada di belakang PS. Apalagi sebagian alumni gerakan 212 belakangan sangat kecewa terhadap PS akibat dari sejumlah penyebab termasuk dukungan sebagian calon pilkada seperti terjadi pada kasus La Nyala Mataliti di Jawa Timur.

Jadi, hemat saya, mustinya PS berjiwa besar untuk urungkan niatnya ikut nyapres untuk kesekian kalinya lagi hanya buang-buang enerji yang begitu besar. Ketum PDIP Megawati tak salah untuk dicontoh oleh PS, mengajukan yang masih segar dan berpeluang menang. Tapi harus diingat : peluang mengalahkan Jokowi tak mudah seperti analisis sebagian kalangan secara emosional.

Katakanlah, figur-figur yang berpotensi diajukan adalah mantan Panglima TNI, Jend. Gatot Nurmantio, atau Anies Baswedan, atau figur-figur lain. Bisa diidentifikasi dulu satu persatu, lalu ajak duduk bersama. Itu semua demi serunya proses demokrasi Pilpres 2019 nanti. 

Tanpa kebesaran jiwa PS, atau jika PS hanya pikirkan diri sendiri, maka saya yakin, Jokowi 'seng ada lawan'.(*)

Disclaimer : Kanal opini adalah media warga. Setiap opini di kanal ini menjadi tanggung jawab penulis. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai aturan pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini dan Redaksi akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang.

tag: #  

Bagikan Berita ini :