Mendekam di Rutan, Tiga Cakada Terancam Tak Nyoblos
Oleh ferdiansyah pada hari Jumat, 30 Mar 2018 - 15:07:16 WIB

Bagikan Berita ini :

47ketuakpu2.jpg
Sumber foto : ist
Ketua KPU RI Arief Budiman


SURABAYA (TEROPONGSENAYAN)--Tiga calon kepala daerah (cakada) di Jawa Timur berstatus tersangka dan mendekam di rumah tahanan (rutan) KPK terancam tidak bisa mencoblos pada hari pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak, 27 Juni 2018.

"Kalau saat hari H yang bersangkutan berada di luar wilayah maka tidak bisa (mencoblos)," ujar Ketua KPU RI Arief Budiman di Surabaya, Jumat (30/3/2018).

Tiga calon kepala daerah berstatus tersangka dan saat ini sedang menjalani masa tahanan. Meraka adalah Bupati Jombang Nyono Suharli yang tertangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Sabtu (3/2). Calon bupati petahana yang juga pernah menjabat Ketua DPD Golkar Jatim tersebut ditangkap lantaran diduga menerima sejumlah uang suap terkait perizinan penempatan jabatan di Pemkab Jombang.

Berikutnya, Calon Wali Kota Malang yang juga petahana, Mochammad Anton, yang saat ini ditahan di Rutan Cabang Guntur karena diduga terlibat kasus suap terkait pembahasan APBD-P Pemkot Malang Tahun Anggaran 2015.

Satu lagi adalah Ya`qud Ananda Gudban juga calon Wali Kota Malang yang ditetapkan sebagai tersangka bersamaan dengan 18 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang akibat kasus yang sama dengan penahanan Mochammad Anton.

Menurut Arief, pihaknya juga masih akan melihat aturan dan regulasi lebih teknis untuk menentukan diperbolehkan atau tidaknya ketiga calon kepala daerah tersebut menggunakan hak pilihnya.

"Yang jelas, dilihat dulu ke depannya seperti apa, jika masih ditahan maka akan dilihat lagi aturannya secara pasti," ucap mantan komisioner KPU Provinsi Jawa Timur tersebut.(plt/ant)

 

tag: #kpu  #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING