PPDI Pasrah Tak Jadi Pegawai Negeri Sipil
Oleh Amelinda Zaneta pada hari Senin, 16 Apr 2018 - 16:53:52 WIB

Bagikan Berita ini :

34Firman-S.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Firman Soebagyo

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Anggota Komisi II DPR Firman Soebagyo mengatakan, Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) mengaku tak mempersoalkan jika mereka tidak bisa menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Presiden Joko Widodo dalam kampanye Pilpres 2014 lalu pernah menjanjikan akan mengangkat perangkat desa menjadi PNS, kini Aparatur Sipil Negara (ASN). 

Namun, hampir 4 tahun memasuki kepemimpinan beliau, hal yang ditunggu oleh ribuan perangkat desa yang tergabung dalam Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) tak kunjung terealisasi.

“Pertama tuntutan Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) ini awalnya adalah agar mereka itu statusnya dapat ditingkatkan statusnya menjadi pegawai negeri sipil atau ASN,” ujar Firman di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Senin (16/04/2018).

Politisi Golkar ini mengatakan, jika PPDI ingin diangkat menjadi PNS, maka harus merevisi undang-undang ASN.

“Namun kalau kita dari regulasi aturan undang-undangnya itu tidak memungkinkan karena kita harus merivisi undang-undang itu dan kemudian kalau kita liat dari ketentuan aturan tidak memungkinkan,” jelasnya.

Firman menegaskan, PPDI sudah setuju jika memang tidak bisa menjadi PNS, tetapi Komisi II tetap akan membantu kenaikan gaji.

“Mereka sudah bisa menerima tidak perlu ASN tetapi mereka hanya perlu mendapat perhatian dari kesejahteraan yaitu honorariumnya ditingkatkan setara golongan 2A nah golongan 2A itu berkisar sekitar 2 juta per orang,” paparnya.

Meski begitu, dia menyayangkan sikap pemerintah yang kurang tanggap terhadap persoalan ini.

“Oleh karena itu kalau itu sudah menjadi kesepakatan keputusan rapat yang lalu dibulan Januari 2018 maka hari ini belum ada tindak lanjut atau belum ada follow up dari pemerintah,” tutupnya.(yn)

tag: #pns  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING
Pembaca Teropong Senayan, Yth Perhelatan Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei telah terpublikasi secara masif. Dari publikasi ini, para pemilih pun mengerti menang atau kalahkah kandidat yang mereka pilih. Pada saat bersamaan, para kandidat capres/cawapres dan partai pendukung ditengarai juga mulai mengatur strategi menyikapi hasil pilkada. Tentu, strategi ini hendak menempatkan hasil pilkada sebagai acuan meraih kemenangan pada Pilpres 2019. Menurut Anda, siapa capres yang diuntungkan oleh hasil Pilkada 2018 :
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
  • Calon Alternatif Poros Ketiga
LIHAT HASIL POLING