Tak Ada Alasan Kembalikan Pilkada ke DPRD
Oleh Ferdiansyah pada hari Kamis, 19 Apr 2018 - 17:20:45 WIB

Bagikan Berita ini :

32ketuakpu2.jpg.jpg
Sumber foto : ist
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mengatakan, isu mengembalikan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak relevan.

"Tak ada alasan Pilkada dikembalikan ke DPRD. Nyatanya proses Pemilu oleh KPU semakin baik dan rakyat lebih percaya," kata Arief saat diskusi publik di MMD Initiatif di Jalan Kramat, Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Arief menyebutkan membaiknya proses Pemilu yang dilakukan KPU terasa seiring berjalannya waktu. Peran KPU sebagai penyelenggara dan Bawaslu sebagai pengawas, kata dia, semakin diperkuat oleh Undang-Undang. KPU juga telah berusaha transparan di setiap tahapan.

Mulai dari pendaftaran, terbuka untuk akses data pemilih sampai transparan mengenai hasil pencoblosan. Bila ada kecurigaan penyelenggara melanggar dengan memainkan data menurut Arief tak lagi cocok karena siapapun bisa mengakses data pemilih dan data hasil Pemilu kapanpun melalui website KPU.

Kemudian untuk menekan biaya besar yang harus dikeluarkan para calon dan partai dalam kampanye lanjut Arief KPU sudah mengatur dana untuk kampanye dibatasi dan juga beberapa penyediaan alat peraga kampanye dilakukan oleh KPU menggunakan uang negara.

"Penyelenggara sudah bikin agar biaya murah. Biaya ditanggung penyelenggara. KPU berupaya buat pilkada makin kredibel akuntabel. Bisa diakses publik. Tak ada lagi alasan anggaran tertutup tak bisa terkontrol," ujarnya.

Mengenai politik uang di mana dikhawatirkan maraknya para calon menyogok rakyat menurut Arief juga mulai berkurang. Sebab para calon dan partai sekarang yang takut membagi-bagi uang kepada rakyat karena tidak ada jaminan untuk dipilih walau sudah bagi-bagi uang. Lain halnya bila calon memberikan uang kepada anggota dewan bila Pilkada melalui DPRD, bisa jadi ada jaminan calon akan dipilih oleh yang menerima uang.(plt/rep)

 

tag: #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING