Berita
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 24 Apr 2018 - 08:50:19 WIB
Bagikan Berita ini :

BI Klaim Telah Mengintervensi Pasar Stabilkan Rupiah

35agus-marto.jpg.jpg
Agus Martowardojo (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Bank Indonesia (BI) mengklaim telah mengintervensi pasar dengan dosis yang cukup besar untuk menjaga stabilisasi rupiah. Selain itu, BI juga menjamin akan menjaga nilai mata uang "Garuda" sesuai fundamentalnya.

"Bank Indonesia akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya," kata Gubernur BI Agus Martowardojo dalam pernyataan tertulis, Senin (23/4/2018) malam.

Agus mengatakan, sejak Jumat (21/4/2018) pekan lalu hingga Senin (24/4/2018) tekanan terhadap rupiah terus timbul karena berlanjutnya penguatan dolar AS terhadap mata uang negara-negara di dunia.

Penguatan "Greenback" dipicu meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS, US treasury bills, yang mendekati level psikologis tiga persen dan kembali mengemukanya ekspektasi kenaikan suku bunga The Federal Reserve lebih dari tiga kali selama 2018.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat karena optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS yang membaik dan juga perkembangan perang dagang antara AS dan China.

"Untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) sesuai fundamentalnya, Bank Indonesia telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar Surat Berharga Negara dalam jumlah cukup besar," ujar Agus.

Dengan stabilisasi itu, kata Agus, pelemahan rupiah pada Senin (24/4) sebenarnya tertahan dibanding Jumat (21/4). Pada Senin (24/4), kurs rupiah melemah 0,12 persen, lebih baik dibanding Jumat akhir pekan lalu yang terperosok hingga 0,70 persen.

"Rupiah pada hari Senin (24/4) hanya melemah 0,12 pesen, lebih rendah daripada depresiasi yang terjadi pada mata uang negara-negara `emerging market` dan Asia lainnya, seperti Peso Filipina -0,32 persen, India -0,56 persen, Bath Thailand 0,57 persen, dan Rand Afrika Selatan yang melemah 1,06 persen," ujar dia.

Agus mengatakan Bank Sentral akan terus mengawasi dan mewaspadai risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah, baik yg dipicu oleh gejolak global seperti dampak kenaikan suku bunga AS, perang dagang AS-China, dan kenaikan harga minyak dunia. Kemudian juga tekanan dari ekonomi domestik karena kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik untuk membayar impor, utang luar negeri, dan dividen yang cenderung meningkat pada triwulan II 2018.

Pada Senin ini rupiah kembali melemah dan menyentuh level psikologis di Rp 13.900 per dolar AS. Pada Senin sore, rupiah yang ditransaksikan antarbank menembus Rp 13.943 dibandingkan posisi sebelumnya Rp 13.863 per dolar AS.

Kurs Refrensi Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) yang diumumkan BI pada Senin ini juga menunjukkan pelemahan. Mengutip Jisdor BI, dolar diperdagangkan di Rp 13.894 per dolar AS, pada Senin (23/4), melemah 90 poin dibanding Jumat (20/4) sebesar Rp 13.804.(yn/ant)

tag: #rupiah  #bank-indonesia  
Bagikan Berita ini :
Advertisement
IDUL FITRI 2024
advertisement
IDUL FITRI 2024 MOHAMAD HEKAL
advertisement
IDUL FITRI 2024 ABDUL WACHID
advertisement
IDUL FITRI 2024 AHMAD NAJIB
advertisement
IDUL FITRI 2024 ADIES KADIR
advertisement
Berita Lainnya
Berita

Kuartal Pertama 2024, Telkom Catat Laba Bersih Operasi Rp6,3 Triliun atau Tumbuh 3,1% YoY

Oleh Sahlan Ake
pada hari Sabtu, 20 Apr 2024
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) membukukan pendapatan konsolidasi sebesar Rp37,4 triliun pada akhir kuartal pertama 2024 atau tumbuh 3,7% YoY. Pencapaian ini ...
Berita

Fraksi PKS Sangat Kecewa AS Veto Keanggotaan Penuh Palestina di PBB

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini sangat kecewa dan menyesalkan sikap Amerika Serikat (AS) yang memveto draf resolusi untuk mengakui secara penuh keanggotaan Palestina di ...