Partai Surya Paloh Minta Pertemuan Jokowi dengan PA 212 Tak Dipolitisir
Oleh Mandra Pradipta pada hari Kamis, 26 Apr 2018 - 15:14:03 WIB

Bagikan Berita ini :

659fba36ae-ec6e-42e9-8096-da42a3620e8c_169.jpeg
Sumber foto : Ist
Ilustrasi pertemuan Jokowi dan PA 212.
JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago meminta agar pertemuan Presiden Jokowi dengan Persaudaraan Alumni (PA) 212 tidak dipolitisir.
 
Sebab, menurutnya, pertemuan tersebut merupakan silaturrahmi biasa dan wajar dilakukan Jokowi dalam rangka menjaga situasi teduh jelang tahun politik.

"Presiden tentu juga ingin mendengar masukan dari siapapun di tahun politik ini agar suasana persatuan dan kesatuan bangsa baik di pilkada 2018 dan pileg 2019 bisa berjalan kondusif," kata Irma saat dihubungi di Jakarta, Kamis (26/4/2018).
 
Karenanya, loyalis Surya Paloh ini meminta semua pihak untuk tidak mensalahartikan pertemuan Jokowi dengan PA 212 sebagai instrumen politik yang kental.
 
Dijelaskan Irma, sebagai pemimpin umat pertemuan antara Presiden Jokowi dengan PA 212 adalah hal wajar.
 
"Sebagai pemeluk Islam dan presiden, tentu beliau juga bisa disebut dengan pemimpin umat," tandasnya. (Alf)
Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING