Aksi Sudrajat-Syaikhu Saat Debat Pilgub Dikritik
Oleh Ferdiansyah pada hari Selasa, 15 Mei 2018 - 13:43:08 WIB

Bagikan Berita ini :

88Sudrajat-Ahmad Syaiku2.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Sudrajat-Ahmad Syaikhu

BANDUNG (TEROPONGSENAYAN)--Pengamat Ilmu Politik dan Pemerintahan Universitas Parahyangan, Asep Warlan Yusuf mengkritik aksi pasangan calon gubernur Jabar nomor urut tiga, Sudrajat-Syaikhu yang menyinggung soal pergantian presiden. Menurutnya, tindakan tersebut kurang pas dan bisa memanaskan suasana.

"Ya itu agak kurang pas begitu, karena ini bisa memprovokasi," ujar Asep saat dihubungi, Selasa (15/5/2018).

Dalam debat publik kedua di Universitas Indonesia (UI), Selasa (14/5/2018) malam, Sudrajat-Syaikhu memberikan pernyataan mengenai apabila pasangan Asyik menang, maka 2019 ganti presiden.

Hal tersebut memicu emosi dari pendukung lain. Bahkan acara debat publik sempat tertunda beberapa saat akibat suasana ruangan menjadi gaduh.

Menurut Asep, dari sisi hukum apa yang dilakukan pasangan Asyik memang tidak melanggar hukum dari peraturan berkampanye. Akan tetapi, kampanye untuk konteks berbeda dinilai kurang elok.

"Dari aspek hukum tata tertibnya ga ada. Karena debat bagian dari kampanye, tapi dari segi etika, konteks, dan forum itu apakah pantas dibuat seperti itu?," kata dia.

Justru kata Asep, dalam kasus ini publik lah yang harus dilibatkan. Semua penilaian baik atau tidaknya tindakan yang dilakukan Sudrajat-Syaikhu harus serahkan pada publik.

"Hemat saya publik menilai apakah pantas atau tidak? Unsur politik kembali pada publik, kalau hukum aturannya ada. Kalau itu sedikit susah diklarifikasi, tindakan apa yang paling pas. Tindakan apa yang pas yakni dari publik bahwa itu tidak pantas itu tidak etis," katanya.

Namun menurutnya, apabila tindakan dari Sudrajat-Syaikhu masuk kategori pelanggaran berdasarkan catatan Bawaslu dan KPU, maka pasangan lain yang menyinggung soal presiden pun harus ditindak juga.

"Dan ini harus fair, artinya setiap kali kita bicara tentang presiden harus ditindak juga, karena paslon nomor dua menyebut nama Jokowi itu juga harus diteliti. Boleh nggak nyebut nama orang lain atau nyebut nama presiden kita. Perbedaannya saja yang satu dalam bentuk hiburan yang satu dalam bentuk pernyataan," katanya.(yn/ant)

tag: #pilkada-jabar-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING