KPK Amankan Rp 100 Juta Saat OTT di Bengkulu Selatan
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 16 Mei 2018 - 08:27:47 WIB

Bagikan Berita ini :

53Febri-Diansyah-kpk.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Febri Diansyah

BENGKULU (TEROPONGSENAYAN)--Komisi Pemberantasan Korupsi mengamankan uang senilai Rp 100 juta dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu, DM.

DM ditangkap beserta sejumlah terduga lainnya, termasuk dari pihak swasta.

"Diamankan empat orang, bupati, keluarga bupati, PNS dan swasta, besok kita akan konferensi pers," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dihubungi dari Bengkulu, Selasa (15/5/2018) malam.

Operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh komisi anti rasuah ini dilakukan pada Selasa petang, dan uang yang diamankan itu diduga terkait fee proyek di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Ia mengatakan tim penindakan melakukan OTT setelah menindaklanjuti informasi yang diterima dari masyarakat dan diduga transaksi sudah terjadi.

"Sedang kita dalami keterkaitan dengan proyek di daerah tersebut, informasi lebih lanjut akan disampaikan menyusul," ucap Febri.

Untuk status sejumlah orang yang terjaring operasi tangkap tangan lanjut Febri menunggu tim mengurai lebih rinci lagi kejadian suap fee proyek ini.

"KPK diberi waktu 24 jam sebelum menentukan status pihak-pihak yang diamankan," ujarnya.

Informasi yang terhimpun, DM bersama sejumlah orang lainnya diamankan dari kediamannya di Jalan Gerak Alam, Manna, Bengkulu Selatan, pada pukul 19.20 WIB.

Saat ini tim penindakan KPK membawa DM ke Markas Polda Bengkulu di Jalan Adam Malik, Kilometer 9 Kota Bengkulu. Sebagai informasi, jarak tempuh Kabupaten Bengkulu Selatan ke Kota Bengkulu jika menggunakan transportasi darat, maka akan menyusuri jalur lintas barat Sumatera dengan jarak sepanjang 110 kilometer atau sekitar lima jam perjalanan.(yn/ant)

tag: #kpk  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING