Dua Wartawan Jadi Korban Serangan di Mapolda Riau
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 16 Mei 2018 - 13:56:32 WIB

Bagikan Berita ini :

8mapolda-riau-1.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Penyerangan Mapolda Riau, Rabu (15/5/2018)

PEKANBARU (TEROPONGSENAYAN)--Mapolda Riau diserang sekelompok orang tak dikenal pada Rabu (16/5). Penyerangan itu dilakukan oleh lima orang dengan menggunakan mobil Toyota Avanza bernomor polisi BM 1192 RQ.

Akibat kejadian tersebut, dua wartawan menjadi korban yang tertabrak pelaku teror di Mapolda Riau. Kedua jurnalis itu berasal dari TV One dan MNC TV, yakni Rian dan Rahmadi.

"Ada teroris," ucap Rian, kepada Antara di lokasi.

Berdasarkan laporan Antara di lokasi, Rian terlihat memegang perutnya dan sesekali meringis kesakitan akibat luka di wajahnya. Rian mengungkapkan, bahwa dirinya tertabrak mobil yang kemudian diketahui milik terduga teroris yang menyerang Markas Polda Riau.

Rian kemudian dibawa pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan pengobatan. Hal serupa juga dialami Rahmadi yang mengalami lecet di bagian kepala dan beberapa bagian tubuh lainnya. Antara belum sempat mewawancarai Rahmadi lantaran dirinya langsung dibawa polisi untuk mendapatkan perawatan.

Peristiwa penyerangan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat para terduga teroris mencoba menerobos ke Mapolda Riau. Namun, mobil tersebut dihalangi personel kepolisian. Empat orang keluar dari mobil tersebut dan menyerang dengan samurai atau sajam yang mengakibatkan dua anggota luka.

"Kemudian, sekelompok orang tidak dikenal tersebut dilumpuhkan dengan tembakan empat tewas satu kabur pakai mobil," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (16/5).

Satu pelaku yang kabur sempat menabrak seorang personel kepolisian, yakni Ipda Auzar. Auzar pun tewas setelah dilarikan ke RS Bhayangkara. Mobil itu juga sempat menyenggol seorang wartawan Rian Rahman dari TV One. Kebetulan saat itu terdapat rilis narkoba di Mapolda Riau.

"Info terakhir mobil Avanza tersebut diamankan dan sterilisasi karena diduga ada barang mencurigakan yang melarikan diri sudah ditangkap di Polresta Pekanbaru," ucap Setyo.

Barang yang diamankan adalah Toyota Avanza, samurai tiga buah, penutup muka lima buah, sepatu tiga buah, handycam rusak, jaket, sarung tangan dan ikat kepala. "Saya ingatkan ini keberhasilan Polda Riau dalam mematahkan serangan ke Mapolda Riau," ujar Setyo.(yn/ant)

tag: #terorisme  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING