Polri Jadi Bulan-bulanan Teroris, Gerindra: Jangan Ada yang Ditutup-tutupi
Oleh Sahlan Ake pada hari Rabu, 16 Mei 2018 - 15:26:57 WIB

Bagikan Berita ini :

36bom-surabaya-kemenag-imbau-umat-tetap-tenang-dan-menahan-diri-GiO.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Ilustrasi aksi terorisme.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani meminta pemerintah segera terbuka kepada publik apa yang terjadi dibalik aksi terorisme beruntun di Tanah Air.

"Ya insiden yang sekarang terjadi di Riau sebelumnya di Mako Brimob Depok, setelahnya kemudian di Surabaya, adalah rentetan kejadian yang sangat memprihatinkan," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Teror yang berlangsung selama seminggu ini, menurut Muzani, membuktikan bahwa pihak aparat penegak hukum tidak sigap menghadapi teror yang sudah sedemikian meresahkan masyarakat.

"Menurut kami sekali lagi ini adalah ketidak siapan kita berkali-kali yang kami selalu ingatkan adalah 'problem kemendadakan'. Kita selalu tidak siap dengan problem kemendadakan ini," sesal Muzani.

Menurutnya, untuk menyelesaikan teror di Tanah Air ini mutlak diperlukan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Tidak bisa hanya diselesaikan oleh penegak hukum.

"Kita tidak bisa membiarkan Negara kita menjadi bulan-bulanan oleh sekelompok kecil orang yang merendahkan martabat kita yang pada akhirnya akan mengacaubalaukan kekuatan-kekuatan kita, menggangu persatuan kita, menganggu persaudaraan persahabatan kita, mengaggu suasana keagamaan kita tidak bisa, kita harus bersatu padu," katanya.

Karena itu, kata Anggota Komisi I DPR RI ini meminta pemerintah dalam hal ini aparat keamanan kepolisian menjelasakan, persoalan ini dengan gamblang, terbuka atau tertutup. 

"Menurut saya ini menjadi penting supaya tidak perlu ditutup-tutupi lagi, persoalan ini supaya jelas, sehingga kita tau dimana kita harus mengambil posisi untuk membantu Negara, agar Negara ini betul-betul selamat dari gangguan-gangguan ini," tandasnya. (Alf)

tag: #partai-gerindra  #dpr  #polri  #terorisme  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING