Polisi Curigai Santri Bawa Bom, Ketua PBNU Meradang
Oleh M Anwar pada hari Rabu, 16 Mei 2018 - 22:38:55 WIB

Bagikan Berita ini :

26santri.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Polisi tengah memerintahkan seorang santri untuk membongkar bungkusan dus yang dibawa lantaran disangka berisi bahan membahayakan atau juga bom

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) M Sulton Fathoni menyebut, viralnya video penginterogasian seorang santri yang mengenakan sarung dan membawa kardus oleh beberapa polisi memperlihatkan potret aparat keamanan cenderung gagap menghadapi masyarakat yang mengenakan simbol ataupun pakaian keagamaan.

"Rekaman video tersebut tak hanya potret kegagapan aparat kita, juga keterbatasan penguasaan ilmu tentang masyarakat Muslim yang bersifat keamanan," kata Sulton di Jakarta, Rabu (16/5/2018).

Sebelumnya, beredar rekaman video viral di media sosial tentang seorang santri putera yang diinterogasi beberapa polisi di pinggir jalan karena curiga terhadap ransel dan kardus yang dibawanya.

Menurut Sulton, aparat tak hanya harus memahami tentang seluk beluk senjata dan terorisme. Faktor penting lainnya yang perlu dipahami adalah struktur dan kultur sosial masyarakat Muslim.

Pengabaian terhadap faktor kultur dan struktur sosial masyarakat Muslim, kata dia, akan berakibat pada ketidakjelian identifikasi.

"Penting memahami struktur dan kultur masyarakat Muslim Indonesia. Ini tema yang tidak rumit. Coba belajarlah agar sasarannya tepat dan tidak menimbulkan kejengkelan baru masyarakat luas," kata dia.

Sulton meyakini jika kasus seperti itu tidak dievaluasi dan terjadi berulang-ulang maka berpotensi memunculkan kegaduhan dan keresahan masyarakat.

"Ujungnya, para teroris bersorak upayanya membuat panik berhasil," kata dia.(yn/ant)

tag: #terorisme  #pbnu  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dalam beberapa hari terakhir, teror bom mengguncang Tanah Air. Rakyat, pemerintah, dan aparat kaget, terkejut dan terkesima. Marah, kesal, cemas, was-was serta ekspresi sejenis muncul bersamaan.

Harapan akan segera terbitnya revisi UU Anti Terorisme menyeruak di tengah perbincangan publik. Polemik pun turut menghangatkan harapan itu.

Bagaimana pandangan Anda tentang penerbitan revisi UU Anti Terorisme :

  • Perlu, segera terbit
  • Dibahas dan dikaji terlebih dulu
  • Tidak perlu
LIHAT HASIL POLING