Begini Serangan Balik Demokrat Terhadap Misbakhun
Oleh Enjang Sofyan pada hari Selasa, 19 Jun 2018 - 11:32:59 WIB

Bagikan Berita ini :

90jansen-demokrat.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Jansen Sitindaon

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon angkat bicara soal Politisi Golkar Misbakhun yang mengkritik balik Kepala Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY sebelumnya mengkritisi kinerja Presiden Jokowi selama kurang lebih empat tahun menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia.

"Mengkritik pemerintahan itu hak setiap warga negara. Itulah kemewahan yang dimiliki setiap kita warga negara Indonesia. Tidak memandang siapa dia, dan apa latar belakangnya," kata Jansen kepada TeropongSenayan, Jakarta, Senin (18/6/2018) siang.

Ia juga meminta Misbakhun agar sebaiknya mencermati baik-baik isi dari Pidato AHY itu. Karena, Pidato yang disampaikan putra sulung Mantan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu nyata-nyata tengah dirasakan oleh masyarakat Indonesia saat ini.

"Lihatlah isi kritiknya, sesuai realitas atau tidak? Daya beli turun akibat ekonomi lesu, seperti yang disampaikan AHY dalam pidatonya kemarin nyata dirasakan rakyat kita atau tidak?. Harusnya itu yang dijawab Misbakhun, Tanya itu ke masyarakat di Dapil dia, di Pasuruan Jawa Timur sana benar tidak daya beli ini turun?," ujarnya.

"Karena apa yang disampaikan mas AHY itu adalah hasil dari beliau jumpa mendengar keluhan masyarakat langsung di seluruh Indonesia ini termasuk salah satunya masyarakat Jawa Timur ketika AHY menyambangi Jatim kemarin," tambah Jansen.

Seharusnya, lanjut Jansen, Misbakhun bisa menjelaskan sejauh mana program kerja 'Revolusi Mental" ala Jokowi yang sempat dielu-elukan di awal kepemerintahannya itu.

"Revolusi Mental yang digaung-gaungkan Jokowi diawal masa pemerintahannya juga kan sekarang mangkrak, jalan ditempat, yang tersisa tinggal jargonnya saja. Jadi pertanyaan mas AHY apa kabar Revolusi Mental, silakan itu dijawab Misbakhun," tandasnya.

Sebagai orang yang concern mendukung pemerintah, imbuh Jansen, sebaiknya Misbakhun bisa menjawab kritikan yang dilontarkan AHY tersebut, bukan malah mengkritik balik soal urusan harus punya nama dulu di panggung politik nasional atau tidak.

"Sebagai pendukung pemerintah, kalau ingin membela Jokowi, harusnya Misbakhun menjawab semua kritik tersebut termasuk soal lapangan kerja, persoalan keadilan, mahalnya harga-harga barang, dan lain-lain," tegasnya.

"Kritik kok dikait-kaitkan dengan urusan harus punya nama dulu di panggung politik nasional atau tidak, aneh Misbakhun ini, sesat cara berpikirnya. Baiknya Misbakhun ini merevolusi cara berpikirnya dulu lah biar lurus dan benar baru membicarakan orang," imbuhnya.

Lebih lanjut, Jansen juga menegaskan, bahwa apa yang disampaikan AHY itu berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan.

"Yang disampaikan mas AHY itu memang realitas yang tidak terbantahkan karena hasil tour dia jumpa langsung masyarakat di seluruh Indonesia ini. Misbakhun ini jugalah bukti nyata gagalnya Revolusi Mental nya Jokowi," pungkasnya.(yn)

tag: #partai-demokrat  #agus-yudhoyono  #jokowi  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING