Ketua MPR Harap Calon Terpilih di Pilkada Tunaikan Janji Kampanye
Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 28 Jun 2018 - 21:56:33 WIB

Bagikan Berita ini :

62IMG-20180607-WA0058.jpg.jpg
Sumber foto : Humas MPR RI
Zulkifli Hasan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua MPR Zulkifli Hasan bersyukur Pilkada serentak di 117 daerah, 27 Juni 2018, berlangsung secara aman dan damai tanpa ada hal-hal yang tak diingingkan.

"Ini kemenangan demokrasi dan kemenangan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Zulkilfli kepada media di Jakarta, Kamis (28/6/2018).

Dalam kesempatan tersebut dirinya mengucapkan terima kasih kepada KPU, Bawaslu, aparat keamanan, dan semua pihak yang terlibat dalam Pilkada. “Mereka perlu diapresiasi karena bertugas dengan baik," paparnya.

Zulkifli menegaskan, bagi calon-calon yang terpilih, menang dalam Pilkada, diharapkan mengemban amanah dan menunaikan janji yang disampaikan saat kampanye.

“Calon kepala daerah yang terpilih harus mewujudkan janji kampanye dan melayani masyarakat," tegasnya.

Kepada media, pria asal Lampung itu menuturkan, kemenangan calon dalam Pilkada selain ditentukan oleh figur yang dikehendaki rakyat juga karena mesin partai politik pendukung benar-benar bekerja. Di beberapa daerah diakui peran tokoh agama sangat menentukan. Di daerah yang nuansa ke-Islaman-nya sangat kuat, Zulkifli menyebut himbauan ulama didengar oleh masyarakat.

“Himbauan ulama juga menjadi faktor kemenangan”, ujarnya. “Jadi keliru kalau partai politik memusuhi ulama," tambahnya.

Tokoh agama non-Muslim di daerah-daerah Indonesia timur pun disebut juga punya pengaruh dalam keterpilihan calon dalam Pilkada di sana.

Dalam Pilkada 2018, koalisi yang terbangun sangat beragam. Tak terbatas oleh ideologi dan agama. Melihat hal yang demikian Zulkifli Hasan membenarkan bahwa Pilkada 2018 tak bisa hanya dibentuk oleh koalisi yang kaku. Koalisi yang terbangun disebut sebagai kombinasi yang besar. Koalisi yang terjadi menurutnya sebagai bentuk saling membutuhkan antara partai yang satu dengan partai yang lain. “Dukungan berbaur sehingga koalisi tanpa batas tak bisa dihindari," ungkapnya.

Meski dalam Pilkada ada kemenangan kepala daerah, gubernur, yang merupakan salah satu kader partai pengusung salah satu calon Presiden namun menurut Zulkifli Hasan kemenangan itu belum tentu berpengaruh pada kemenangan di Pemilu Presiden. “Tidak otomatis," ungkapnya.

Hal demikian disebut hanya sebagai salah satu faktor. Dalam Pilpres masih akan ditentukan oleh koalisi yang besar.

Ketika ditanya sosok Presiden dalam Pilpres 2019, Zulkifli Hasan mengatakan bangsa Indonesia membutuhkan pemimpin yang berjiwa patriot yang bisa menjadikan Indonesia berdaulat, adil, makmur, dan setara.

“Presiden harus mempunyai visi dan tim yang kuat," paparnya.

Presiden yang akan datang dikatakannya harus mempunyai pandangan untuk kepentingan merah putih. “Semua kepentingan untuk rakyat Indonesia”, tegasnya.(yn)

tag: #mpr  #pilkada-serentak-2018  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING
Pembaca Teropong Senayan, Yth Perhelatan Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei telah terpublikasi secara masif. Dari publikasi ini, para pemilih pun mengerti menang atau kalahkah kandidat yang mereka pilih. Pada saat bersamaan, para kandidat capres/cawapres dan partai pendukung ditengarai juga mulai mengatur strategi menyikapi hasil pilkada. Tentu, strategi ini hendak menempatkan hasil pilkada sebagai acuan meraih kemenangan pada Pilpres 2019. Menurut Anda, siapa capres yang diuntungkan oleh hasil Pilkada 2018 :
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
  • Calon Alternatif Poros Ketiga
LIHAT HASIL POLING