Berita

Pengamat: Pascapilkada, Negosiasi Pilpres Bakal Alot

Oleh Enjang Sofyan pada hari Sabtu, 30 Jun 2018 - 09:00:46 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

73diskusipilkada.jpg

Ddiskusi 'Membaca Hasil Pilkada 2018, Meneropong Peta Pilpres 2019', di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum'at (29/6/2018) sore. (Sumber foto : enjang sofyan - teropongsenayan)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pengamat Politik Exposit Strategic Arif Susanto membeberkan konsekuensi hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 terhadap persaingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Salah satu konsekuensi adalah naiknya nilai tawar partai-partai menengah ke bawah.

"Konsekuensi hasil Pilkada ini berdampak pada naiknya posisi tawar partai-partai menengah ke bawah. (Ini) dapat membuat negosiasi politik menjadi alot," kata Arif dalam sebuah diskusi bertajuk 'Membaca Hasil Pilkada 2018, Meneropong Peta Pilpres 2019', di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jum'at (29/6/2018) sore.

Partai menengah ke bawah, imbuhnya, merupakan partai yang jumlah kursinya di DPR tak begitu signifikan.

Ketika partai-partai menengah ke bawah tersebut naik nilai tawarnya bukan tidak mungkin poros ketiga akan terbentuk pada Pilpres 2019.

"Manakala kebuntuan politik terjadi, peluang bagi poros ketiga menjadi kembali terbuka," ujarnya.

Lebih lanjut, Arif juga menambahkan, pulau Jawa merupakan salah satu jumlah pemilih terbesar. Namun dalam amatannya arah politiknya masih liar dan tidak begitu terarah akan kemana berlabuhnya.

"Dengan jumlah penduduk besar, Jawa masih merupakan kunci. Tetapi persaingan diantara Jokowi dan Prabowo di enam daerah berpeluang mengalami pergeseran, terutama di Jawa Tengah dan Jawa Barat," pungkasnya. (plt)

tag: #pilkada-serentak-2018  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :