Kemendagri Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila Lewat Pagelaran Wayang Kulit
Oleh M Anwar pada hari Selasa, 03 Jul 2018 - 15:57:07 WIB

Bagikan Berita ini :

54Mendagri-Wayang-Kulit.jpg.jpg
Sumber foto : Humas Kemendagri
Mendagri Tjahjo Kumolo dan dalang Ki Anom Dwijo Kongko dalam acara pagelaran wayang kulit di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (29/6/2018) lalu

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Ditjen Dukcapil Kemendagri) menggelar pementasan wayang kulit di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (29/6/2018) lalu. Acara tersebut menampilkan dalang Ki Anom Dwijo Kongko dengan lakon Pandawa Manunggal.

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati puncak kegiatan Bulan Pancasila tahun 2018.

"Wayangan ini dalam rangkaian bulan Bung Karno, dimana rangkaiannya di awali kemarin di Ende, NTT untuk memperingati lahirnya Pancasila, kemudian gerak jalan untuk mendukung suksesnya Asian Games, malam ini wayangan, syukuran juga dengan sukses lancarnya Pilkada, juga pembersihan tempat peninggalan Bung Karno di Bengkulu, " kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di sela-sela acara pagelaran wayang.

Mengenai lakon Pandawa Manunggal yang dibawakan Ki Dalang Anom Dwijo Kongko, dari sisi pesan sangat tepat untuk menggambarkan Indonesia sebagai bangsa majemuk. Dalam lakon tersebut banyak pesan serta makna  yang bisa dicatat dan diserap. Makna dan pesan yang paling penting, adalah tentang pentingnya kemanunggalan. Rasa persatuan. Ikatan persaudaraan. Intinya, tentang kebhinekaan dalam satu bangsa. 

Perbedaan di Indonesia, lanjut Tjahjo, merupakan kekuatan. Sebuah fondasi. Bukan seperti dalam cerita wayang, ibarat Pandawa dan Kurawa, dua saudara yang berhadapan lalu berperang demi kekuasaan. Kurawa yang serakah dan menghalalkan segala cara dan Pandawa yang membela hak. 

"Apapun bangsa Indonesia ini  jangan seperti di pewayangan itu, ada pandawa, ada Kurawa. Semua Pandawa semua ksatria, sepanjang ksatria- satria itu mampu mengamalkan Pancasila," katanya.

Karena itu, kata dia, semua kebijakan yang diambil, pijakan serta spiritnya adalah untuk membumikan Pancasila. Dalam rangka menjabarkan seluruh sila dalam Pancasila. Seperti Pandawa yang melawan keserakahan Kurawa.

"Setiap mengambil kebijakan, keputusan politik. Apapun pusat maupun daerah kalau menjabarkan sila- sila dalam Pancasila tentu dia satria Pandawa. Mari kita kompak, ini bangsa yang majemuk tapi kita satu sebagai bangsa yang mempuntai kepribadian, kemandirian," katanya.

Sementara itu Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Zudan Arief Fakrulloh mengatakan, banyak yang disyukuri sekarang ini. Terutama hajatan Pilkada yang berlangsung  aman dan damai. 

"Kita bersyukur kita kepada Allah SWT,  pilkada serentak kemarin 171 daerah berjalan lancar. Siapa pun yang menjadi gubernur, wakil gubernur, bupati wakil bupati, walikota dan wakil walikota itu takdir dari Allah SWT. Jadi siapapun pemenangnya harus kita dukung bersama karena itu adalah kehendak Allah SWT," katanya. 

Tentang bulan bakti Pancasila sendiri menurut Zudan sangat penting, untuk terus mengingatkan siapa pun di republik ini, bahwa Pancasila adalah obor penuntut harus mesti diingat dari bangun tidur sampai bangun tidur lagi. Atau dijabarkan dalam kehidupan sehari-hari. Pun dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara. Dalam segala aspek, nilai Pancasila harus dibumikan. Lewat wayangan, pesan kebangsaan coba disampaikan. Agar bisa dicatat, diingat serta dicatat dengan mudah oleh siapa pun. 

"Satu titik yang ingin saya garis bawahi adalah nilai persatuan yang bersatu. Wayang tidak pernah ditanya oleh orang Papua, ingin menikmati, nikmati saja. Tidak penah ditanya oleh Sumbar datang wayang nikmati saja, tidak pernah ditanya asal-usulnya darimana," katanya.  

Zudan menambahkan salah satu tugas pokok pemerintah, khususnya Kemendagri adalah menjaga persatuan dan kesatuan. Khusus untuk Dukcapil,  memberikan dokumen kependudukan kepada seluruh warga Indonesia. Tanpa diskriminasi. Tanpa membedakan.  Ia pun berharap, Ki Dalang bisa ikut mensosialisasikan itu. Karena kesenian adalah alat efektif untuk mensosialisasikan program pemerintah.

"Kemendagri terus akan menjaga nilai nilai budaya luhur ini. Ini menjadi komitmen Kemendagri dari seluruh aspeknya. Semua warisan budaya nasional akan kita jaga," katanya.(yn)

tag: #mendagri  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING