Komisi III DPR Setujui Dua Calon Jadi Hakim Agung
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 11 Jul 2018 - 15:55:44 WIB

Bagikan Berita ini :

30Pri_Pambudi_Teguh.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Hakim Agung terpilih Pri Pambudi Teguh

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Komisi III DPR menyetujui Abdul Manaf dan Pri Pambudi Teguh menjadi hakim agung, yang akan mengisi Kamar Agama dan Kamar Perdata di Mahkamah Agung.

"Pada rapat pleno Komisi III, setelah masing-masing fraksi menyampaikan pandangannya, seluruh fraksi menyatakan sepakat menyetujui Abdul Manaf dan Pri Pambudi Teguh untuk disahkan sebagai hakim agung," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Desmon Junaedi Mahesa di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Ia menambahkan, hasil rapat pleno Komisi III selanjutnya akan disampaikan ke rapat pleno DPR untuk mendapat persetujuan dari fraksi-fraksi.

Abdul Manaf sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jawa Timur. Sementara Pri Pambdi merupakan hakim tinggi di Pengadilan Tinggi Jawa Tengah.

Abdul Manaf dan Pri Pambudi Teguh pada Selasa (10/7) menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi III Desmon Junaedi Mahesa didampingi Wakil Ketua Komisi III Erma Suryani Ranik dan dihadiri 25 anggota komisi.

Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Pri Pambudi menjawab semua pertanyaan anggota Komisi III DPR, antara lain mengenai dilema hakim ketika mesti memilih antara mengedepankan keadilan hukum atau kepastian hukum dalam menyelesaikan perkara.

Menjawab pertanyaan dari anggota Komisi III DPR dari Fraksi PPP Arsul Sani itu, Pri Pambudi menjawab bahwa sebagai hakim dia akan memilih keadilan hukum.

"Kepastian hukum dapat diabaikan jika perkara yang akan diputuskan dapat memberikan keadilan. Saya pernah menerapkannya beberapa kali," katanya.

Pri Pambudi mencontohkan, saat menangani kasus pembunuhan yang dilakukan oleh adik korban, pihak keluarga meminta agar pelaku dibebaskan. "Dengan pertimbangan keadilan hukum, saya memberikan vonis hukuman penjara yang lebih ringan dari tuntutan jaksa. Ketika diputuskan, semua pihak menerima," katanya.

Arsul Sani juga menanyakan sikapnya ketika ada pencari keadilan yang ingin memberikan sesuatu kepadanya sebagai ucapan terima kasih setelah memenangi sidang. "Saya akan mengucapkan terima kasih dan memilih tidak menerimanya," katanya.(yn/ant)

tag: #mahkamah-agung  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca TeropongSenayan Yth

Dua pasangan calon (paslon) Pilpres 2019 telah mendaftar ke Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI di Jakarta, Jumat (10/8/2018). Kedua paslon itu adalah Joko Widodo (Jokowi)-Maruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Jokowi-Maruf didukung oleh sembilan partai. Yakni PDIP, Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PPP, PKB, PSI,Perindo, dan PKPI. Sedangkan Prabowo-Sandiaga didukung oleh empat partai. Yakni Partai Gerindra, PAN, PKS, dan Demokrat.

Dua cawapres, yakni Maruf Amin dan Sandiaga Uno disebut-sebut turut menentukan kemenangan sang capres pada 2019 nanti. Tentu, baik Maruf maupun Sandiaga memiliki kelebihan masing-masing, yang akan diekplorasi habis-habisan guna menarik simpati pemilih.

Nah, jika pilpres dilaksanakan hari ini, siapa yang akan Anda pilih:

  • 1.Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2.Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
LIHAT HASIL POLING