Minggu Depan, Tiga Parpol Penantang Jokowi Akan Dekarasi Koalisi
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Kamis, 12 Jul 2018 - 17:45:13 WIB

Bagikan Berita ini :

99pks.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Ilustrasi bendera PKS, Gerindra, dan PAN.

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --29 hari jelang penetapan paslon Capres-Cawapres, Partai Gerindra, PKS, dan PAN sudah sepakat membangun koalisi. 

Rencananya, ketiga Parpol tersebut akan deklarasi pada minggu depan. Namun, deklarasi itu belum untuk 'menjodohkan' paslon Capres-Cawapres penantang petahana presiden Jokowi.

“Ya.. kami, PKS, Gerindra dan PAN akan segera deklarasi parpol koalisi di Pilpres 2019. Tapi, untuk capres-cawapresnya tunggu perkembangan,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Selain itu, kata Mardani, pihaknya juga masih membuka parpol lain untuk sama-sama membangun koalisi dengan PKS, PAN dan Gerindra. 

“Saya berharap Demokrat dan PKB bergabung karena kedua partai itu juga belum menentukan sikap politiknya,” ujar Mardani.

Sebelumnya, Ketua DPP Gerindra, Ahmad Riza Patria mengungkapkan, bahwa Cawapres pendamping Prabowo Subianto sudah mengerucut pada 5 nama, yaitu Anies Baswedan, Ahmad Heriyawan, Hidayat Nur Wahid, Salim Saggaf, dan Sohibul Iman.

Namun, Riza belum mau buka-bukaan saat ditanya siapa yang berpeluang besar diantara ke-5 bakal Cawapres tersebut. 

Dia mengaku tidak bisa menyebutkan namanya. Sebab, nanti akan sangag tergantung pada pembicaraan Prabowo dengan parpol koalisi.

“Kalaupun nama Cawapres itu bukan dari parpol koalisi, mereka akan tetap berkoalisi untuk sukseskan Pilpres 2019,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad juga mengungkapkan bahwa Prabowo akan segera mendeklarasikan koalisi Pilpres 2019.  

Namun, Dasco tidak mengatakan secara pasti kapan deklarasi tersebut akan dilakukan.

"Pak Prabowo kemarin bicara bahwa mungkin enggak akan lama lagi akan declare soal koalisi partai," ujar Dasco Rabu (11/7/2018).

Menurut Dasco, selama ini Gerindra terus membangun komunikasi dengan partai-partai yang berpotensi menjadi mitra koalisi.

Dalam komunikasi tersebut, pimpinan partai politik juga membicarakan soal pembagian kekuasaan. Dasco menuturkan, pembagian kekuasaan harus dibicarakan sebelum koalisi benar-benar terbentuk.

"Kalau saya pikir mungkin lebih baik dibicarakan di awal supaya nanti tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau sudah matang baru kemudian di-declare," kata Dasco. "Nah, itulah kenapa kemudian declare ini agak lama. Kami juga enggak mau terburu-buru agar tidak keliru nantinya," tutup Dasco. (Alf)

tag: #pks  #partai-gerindra  #partai-amanat-nasional  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING
Pembaca Teropong Senayan, Yth Perhelatan Pilkada Serentak 2018 sudah usai. Hasil hitung cepat (quick count) lembaga survei telah terpublikasi secara masif. Dari publikasi ini, para pemilih pun mengerti menang atau kalahkah kandidat yang mereka pilih. Pada saat bersamaan, para kandidat capres/cawapres dan partai pendukung ditengarai juga mulai mengatur strategi menyikapi hasil pilkada. Tentu, strategi ini hendak menempatkan hasil pilkada sebagai acuan meraih kemenangan pada Pilpres 2019. Menurut Anda, siapa capres yang diuntungkan oleh hasil Pilkada 2018 :
  • Joko Widodo
  • Prabowo Subianto
  • Calon Alternatif Poros Ketiga
LIHAT HASIL POLING