Dosen Kessos se-Indonesia Minta DPR Tuntaskan RUU Pekerjaan Sosial
Oleh M Anwar pada hari Kamis, 19 Jul 2018 - 19:07:06 WIB

Bagikan Berita ini :

12IMG-20180719-WA0031.jpg.jpg
Sumber foto : M Sayyidi
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Sibayak Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, 17-19 Juli 2018

BERASTAGI (TEROPONGSENAYAN)--Komisi VIII DPR diminta segera menuntaskan Rancangan Undang-undang tentang Praktik Pekerjaan Sosial (RUU Peksos).

“Kita berharap di periode ini DPR bisa menuntaskan RUU Peksos itu menjadi sebuah undang-undang sehingga bisa menjadi payung hukum pekerjaan sosial,” kata Penasihat Asosiasi Pendidikan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial (ASPEKSI) Adi Fachrudin di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Sibayak Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, 17-19 Juli 2018.

UU Praktik Pekerjaan Sosial nantinya akan menetapkan standardisasi baku demi peningkatan mutu pekerja sosial. Tujuannya agar pekerja sosial dapat diakui sebagai sebuah profesi yang profesional, layaknya di negara-negara lain.

Menurut Adi, seiring makin banyaknya jumlah pekerja sosial dan semakin kompleksnya permasalahan kesejahteraan sosial, aktivitas praktik pekerjaan sosial di Indonesia memerlukan payung hukum berupa undang-undang. Sebab, terangnya, RUU Peksos tersebut sudah ada dan sedang dibahas, maka senbaiknha RUU itu segera dituntaskan menjadi undang-undang.

"Pekerja sosial profesional dan praktik pekerjaan sosial itu kebutuhan negara. Tapi, aktivitas dan eksistensinya harus mendapat perlindungan hukum. Karenanya, semua pihak lebih-lebih Kemensos yang merupakan leading sector dalam penanganan masalah-masalah kesejahteraan sosial harus berperan aktif mendorong percepatan RUU itu menjadi undang-undang,” papar Adi.

ASPEKSI sendiri adalah organisasi profesi tempat bernaungnya jurusan/program studi, dan dosen-dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial baik di PTN maupun PTS se-Indonesia. Selain menggelar Rakernas, ASPEKSI juga melakukan Workshop Penyusunan Rancangan Pembelajaran Semester (RPS) Mata Kuliah Inti di bidang Kesejahteraan Sosial.

Ketua Departemen Kessos FISIP USU Agus Suriadi mewakili panitia mengatakan, Rakernas dan workshop kali ini sangat strategis mengingat semakin tingginya minat menjadi pekerja sosial dan juga semakin kompleksnya permasalahan kesejahteraan sosial.

“Melalui Rakernas ini, ASPEKSI akan semakin solid dan pada gilirannya nanti akan mampu melahirkan peksos profesional yang akan member kontribusi dalam penanganan masalah kessos,” katanya.

Ketua Umum ASPEKSI Oman Sukmana mengatakan, hasil Rekernas akan menjadi langkah penting dalam menjalankan roda organisasi dan hasil workshop akan menjadi panduaan program studi dosen dalam aktivitasnya memberi pengajaran di kelas.

“Pada akhirnya, semua ini sebagai wujud kontribusi kepada pemerintah dalam upaya membantu penanganan masalah kesejahteraan sosial melalui pendekatan pendidikan tinggi,” katanya.(yn)

tag: #dpr  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING