Siapa Pantas Dampingi Jokowi-Prabowo?
Oleh Ariady Achmad pada hari Rabu, 01 Agu 2018 - 11:11:14 WIB

Bagikan Berita ini :

79ariady.jpg
Sumber foto : ist
Kolom bersama Ariady Achmad


Panggung politik nasional semakin menghangat. Capres pejawat Joko Widodo (Jokowi) telah bertemu dengan para ketua umum parpol pendukung. Tak lama lagi, Jokowi pun bakal mengumumkan sosok cawapres yang akan mendampinginya pada Pilpres 2019.

Di tempat lain, Prabowo Subianto semakin intensif bertemu empat mata dengan ketua umum parpol di luar kubu Jokowi. Di sana ada PKS, PAN, dan Demokrat. Pertemuan kian gencar setelah Ijtima Ulama merekomendasikannya sebagai calon presiden.

Kini, khalayak mulai tak sabar bertanya: siapa figur cawapres yang dipilih oleh Jokowi dan Prabowo?

Dalam analisa saya, ada empat faktor yang menjadi pertimbangan menentukan cawapres. Yakni chemistri, dukungan logistik dan jaringan, dukungan partai politik, serta elektabilitas.

Di kubu Jokowi terdapat satu-dua nama yang memenuhi keempat faktor tersebut. Dari satu-dua nama itu, tampaknya Mahfud MD yang paling tinggi skornya. Terlebih, Mahfud memiliki kapasitas dan kapabilitas yang memudahkan tugas Jokowi sebagai presiden jika terpilih kembali pada Pilpres 2019.

Pengalaman Mahfud di tiga bidang (legislatif,eksekutif, dan yudikatif), tentunya menjadi modal berharga bagi kelancaran Jokowi melaksanakan tugas kepresidenan periode kedua. Modal itu pula, yang bakal memperkuat chemistri antara Jokowi dan wakilnya di puncak kepemimpinan nasional.

Lalu bagaimana dengan Prabowo? Sama seperti Jokowi, empat faktor di atas juga bakal menjadi pertimbangan. Merujuk dari situ, muncul nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang digadang-gadang bersanding dengan Prabowo. Hanya saja, AHY terganjal faktor dukungan partai politik. Nama putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini belum sepenuhnya didukung oleh PAN dan PKS.

Mau tidak mau, suka tidak suka , Prabowo meski putar otak agar ada satu nama yang mendapat dukungan dari seluruh partai pendukung. Dugaan saya, Prabowo bakal memasukkan pertimbangan tambahan agar segera mendapatkan cawapres. Apa itu? Tak lain dan tak bukan pertimbangan itu adalah dstribusi kursi kementerian.

Dalam analisa saya, distribusi kursi kementerian menjadi solusi kompromistis dari belum terbangunnya kesamaan pandang antar parpol pendukung tentang cawapres. Terkait hal itu, bukan tidak mungkin kubu Prabowo akan 'menjual' wacana kabinet bayangan ke publik. Wacana itu sekaligus untuk membuktikan bahwa koalisi di belakang Prabowo solid dan siap bekerja jika mendapat kepercayaan rakyat.

tag: #jokowi  #prabowo-subianto  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING