Mendagri: Semua Praja IPDN Harus Merasakan Tugas di Daerah Terpencil
Oleh M Anwar pada hari Minggu, 05 Agu 2018 - 14:54:31 WIB

Bagikan Berita ini :

6881IPDN.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Ilustrasi

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Di era Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, diambil kebijakan semua praja  lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) disebar ke wilayah-wilayah pelosok negeri. Terutama ke daerah perbatasan atau wilayah terpencil. Kebijakan itu diambil, agar semua praja merasakan pernah bertugas di daerah terpencil. 

"Semua harus pernah bertugas diwilayah terpencil," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Minggu (5/8/2018). 

Jadi kata Tjahjo, selesai pendidikan para praja tak langsung otomatis di tempatkan di daerah asalnya. Tapi akan di sebarkan. Diprioritaskan para praja di tempatkan di desa, kelurahan atau kecamatan. Mereka akan membantu pada perangkat desa, kelurahan dan kecamatan bagaimana menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang baik. 

"Nanti disebar semua, intinya untuk membantu perangkat desa,  perangkat kecamatan agar tata kelola pemerintahan bisa berjalan dengan baik dalam melayani masyarakat. Kalau dia dulu berasal dari Semarang jangan kembali ke Semarang harus keluar Jawa dulu," katanya.

Penyebaran para praja ke seluruh pelosok negeri, lanjut Tjahjo, agar para pamong muda itu paham bahwa Indonesia adalah negara besar. Sekaligus ini untuk menguatkan spirit bahwa pamong itu adalah perekat NKRI. Jadi ditugaskan di mana pun harus siap. 

"Supaya dia memahami bahwa negara kita begitu luas yang menjadi tanggung jawabnya.  Bukan saya seorang Semarang harus kembali ke Semarang, tidak. Di mana pun dia adalah warga negara Indonesia," tutur Tjahjo.(yn)

tag: #tjahjokumolo  #mendagri  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING