Gaya Kasual Jokowi dan Nyantri Ma'ruf Amin
Oleh Mandra Pradipta pada hari Jumat, 10 Agu 2018 - 10:11:20 WIB

Bagikan Berita ini :

8IMG-20180810-WA0015.jpg.jpg
Sumber foto : Mandra Pradipta
Jokowi-Ma'ruf Amin bersama pimpinan Parpol Koalisi berda'a bersama di Gedung Joang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Jokowi dan KH Ma'ruf Amin memilih deklarasi sebagai Capres-Cawapres di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat sebelum mendaftar ke KPU RI. 

Dalam kesempatan ini, Capres Jokowi tampak mengenakan pakaian kasual dengan memakai kemeja yang bertuliskan 'Bersih-Merakyat-Kerja Nyata'.

Sedangkan, Cawapresnya KH Ma'ruf Amin mengenakan jas berwarna putih dan sarung berwarna hijau ala santri.

Pantauan TeropongSenayan, Jokowi tiba bersaman dengan Ma'ruf Amin. Keduanya turun dari mobil Toyota Innova warna hitam.

Pemilihan Gedung Joang ini dikatakan Jokowi karena alasan sejarah.

"Di pagi yang cerah ini saya beserta bapak Prof KH Ma'ruf Amin dari Gedung Joang 45 akan mendaftarkan diri menuju ke KPU di masa lalu Gedung Joang ini adalah tempat di mana para pejuang-pejuang politik kita Bung Karno, Bung Hatta, Adam Malik, semuanya digembleng dari sisi politiknya," kata Jokowi di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Jokowi menyebut Gedung Joang mewakili semangat para kaum muda di kala itu untuk merebut kemerdekaan Indonesia. Dengan alasan itu dia Gedung Joang dinilai menjadi pematik semangat untuk mengawali perjuangannya berlaga di Pilpres 2019. 

"Gedung Joang 45 ini mewakili semangat perjuangan para pemuda yang menyala untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ini Gedung Joang kita pilih sebagai titik awal untuk memulai perjuangan untuk memenuhi dan mengisi kemerdekaan yang diperjuangan pahlawan kita," terangnya.

Setelah memberikan sambutan dan ditutup do'a oleh Ma'ruf di Gedung Joang, mereka kemudian beranjak menuju gedung KPU RI. (Alf)

tag: #jokowi  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING