Sebelum Daftar Cawapres, Sandi Pamit ke Anies di Balaikota
Oleh Alfian Risfil pada hari Jumat, 10 Agu 2018 - 11:00:34 WIB

Bagikan Berita ini :

46ce0c3a95-16c0-4b4c-954d-d644471a3b16_169.jpeg.jpeg
Sumber foto : Ist
Berpelukan, Anies Baswrdan sebelum melepas Sandiaga Uno dari Kantor Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk terakhir kalinya menyambangi kantor Balai Kota di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Sandiaga tiba di Balai Kota untuk menggelar rapat terakhir dan sekaligus berpamitan kepada Gubernur DKI Anies Baswedan dan jajaran pejabat Pemprov DKI. 

Sebelum menemui Gubernur Anies di ruangannya, Sandiaga sempat spontan mencium mobil dinasnya.

Sandiaga menghadap Anies untuk menyerahkan surat pengunduran diri sebelum mendaftar sebagai Cawapres pendamping Prabowo Subianto ke KPU RI, Jumat (10/8/2018) siang nanti.

Pantauan di Balai Kota, Sandiaga masuk ke ruangan Anies pukul 09.45 WIB. Anies terlihat didampingi Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik. 

Sandiaga juga sempat menyapa para awak media yang sehari-hari biasa melakukan peliputan di area Balai Kota DKI.

Sandiaga tak lupa menyampaikan permohonan maaf kepada para pewarta. Dia mengaku akan kangen dengan suasana Balai Kota.

"Mohon maaf ya kalau ada salah-salah kata," ucap Sandiaga sesaat sebelum masuk ke ruangan Anies. 

Sementara itu, Taufik mengatakan, surat pengunduran Sandiaga nantinya juga akan diserahkan ke DPRD DKI. Surat itu akan diserahkan kepada Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi.

"(Diserahkan) Sekwan, tapi kalau ada Pak Pras ya saya mau langsung ke Pak Pras, kalau nggak ada, ya Pak Sekwan," ujarnya. (Alf)

tag: #sandiagauno  #pemprov-dki  #dki-jakarta  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING