Jokowi: Pilpres 2019 Bukan Ajang Perang
Oleh Mandra Pradipta pada hari Jumat, 10 Agu 2018 - 11:14:06 WIB

Bagikan Berita ini :

34IMG-20180810-WA0021.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Jokowi-Ma'ruf Amin di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Calon Presiden Jokowi meminta semua pihak untuk menjaga keamanan dan kedamaian pada Pilpres 2019 mendatang.

Jokowi mengajak masyarakat menjadikan Pilpres 2019 sebagai ajang demokrasi yang riang gembira dengan adu gagasan. Karena menurutnya, kotestasi Pilpres bukan arena perang.

"Kami ingin mengajak seluruh rakyat Indonesia agar menjadikan proses Pemilu 2019 benar-benar jadi perayaan kita bergembira dalam demokrasi," kata Jokowi usai mendaftarkan diri bersama Cawapres Ma'ruf Amin di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018). 

Lebih jauh, Jokowi menilai, perbedaan pilihan politik tidak boleh dijadikan alasan untuk memutus tali persaudaraan.

Bagaimanapun, kata mantan Wali Kota Solo itu, Pilpres 2019 harus dijadikan sebagai ajang silaturahmi.

"Jangan sampai karena perbedaan pilihan politik kita menjadi bermusuhan, bermusuhan antar tetangga, tidak saling menyapa antar kampung sehingga kita kehilangan tali persaudaraan," tuturnya.

Diketahui, Jokowi-Ma'ruf Amin resmi mendaftar sebagai paslon Capres-Cawapres didampingi para ketum 9 parpol koalisi. KPU pun sudah menyatakan syarat pencalonan keduanya lengkap. (Alf)

tag: #jokowi  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING