Pengamat: Muhaimin Pertahankan Hegemoni di PKB
Oleh Ferdiansyah pada hari Jumat, 10 Agu 2018 - 14:21:27 WIB

Bagikan Berita ini :

40IMG-20180720-WA0003.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Muhaimin Iskandar

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Penolakan PKB terhadap penetapan Mahfud MD sebagai cawapres Jokowi, bisa dibaca sebagai langkah antisipasi untuk hegemoni politik Muhaimin Iskandar dalam struktur partai itu. Hal itu disampaikan pengamat politik dari Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam.

"Masuknya Kiai Ma`ruf Amin dapat dilihat sebagai kepiawaian politik Muhaimin Iskandar untuk menjaga soliditas kekuatan politiknya di internal PKB," kata Uman di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurut dia, masuknya Mahfud Md. yang sangat dekat dengan keluarga Gus Dur di posisi cawapres berpotensi membuka celah bagi masuknya keturunan Gus Dur untuk kembali membangun basis politik di internal PKB.

"Untuk bersiap melakukan kudeta politik yang berpotensi menghancurkan hegemoni politik Cak Imin di PKB," kata doktor ilmu politik dari School of Political Science & International Studies, University of Queensland, Australia itu.

Dengan demikian, lanjut Umam, batalnya Mahfud menjadi cawapres tidak bisa hanya dibaca sebagai terbatasnya dukungan NU struktural terhadap figur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu, yang notabene NU kultural.

Hingga menit-menit terakhir penentuan cawapres Jokowi, Kamis (9/8), nama Mahfud Md. masih kuat. Namun, pada akhirnya Jokowi mengumumkan bahwa K.H. Ma`ruf Amin cawapresnya.

Menanggapi keputusan itu, Mahfud mengaku kaget. Meski demikian, dia tidak merasa kecewa.

"Menurut saya itu sudah pilihan Pak Jokowi dengan wewenangnya, dengan pertimbangan politik yang matang sesuai dengan konfigurasinya. Saya tidak kecewa, tetapi kaget saja karena sudah diminta mempersiapkan diri, bahkan sudah agak detail," kata Mahfud di Jakarta, Kamis (9/8).(yn/ant)

tag: #cak-imin  #mahfudmd  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING