Ini Alasan Demokrat Lebih Memilih Prabowo Ketimbang Jokowi
Oleh Sahlan pada hari Jumat, 10 Agu 2018 - 14:51:41 WIB

Bagikan Berita ini :

29hinca-pandjaitan.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Hinca Pandjaitan

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Partai Demokrat akhirnya menambatkan hatinya pada pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan menyakini, duet Prabowo-Sandiaga akan memenangkan pertarungan pada pilpres 2019, hal ini yang membuat Demokrat tidak memilih pasangan Jokowi-Maruf Amin.

"Saya yakin Pak Prabowo dan Sandiaga Uno punyakemampuan yang cukup untuk memenangkan pertandingan ini apalagi Pak Prabowo punya pengalaman. Lebih dari itu kali ini Partai Demokrat juga ada di dalamnya. Pengalaman Pak SBY 10 tahun pemerintahan dan akan jadi energi besar buat pasangan ini," kata Hinca di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Demokrat, kata ia, tidak merasa kecewa dengan keputusan Prabowo yang memilih orang nomor dua di DKI Jakarta itu sebagai pendampingnya.

"Sama  sekali tidak. Karena kan statmen kami bahwa Prabowo Subianto sebagai capres dan kita serahkan kewenangan penuh untuk memilih siapa cawapresnya," kata dia.

Diketahui koalisi Gerindra dan Demokrat sempat memanas. Demokrat bahkan sempat menganggap Gerindra tidak memegang komitmen koalisi jelang pendaftaran Pilpres 2019 dan menyebut Prabowo jenderal kardus lantaran memilih Sandiaga Salahuddin Uno sebagai cawapres ketimbang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Partai Demokrat bahkan tak menghadiri deklarasi Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai capres-cawapres digelar semalam. Hingga akhirnya Majelis Tinggi Demokrat menggelar rapat di rumah SBY, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/8/2018) pagi.

tag: #jokowi  #partai-demokrat  #pilpres-2019  #prabowo-subianto  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING