Mahfud MD Gagal Dipilih Jokowi, PDIP: Karena Kalah Score dari Ma'ruf Amin
Oleh Syamsul Bachtiar pada hari Jumat, 10 Agu 2018 - 16:58:07 WIB

Bagikan Berita ini :

29Hendrawan-Supratikno-320x200.jpg.jpg
Sumber foto : Ist
Politikus PDIP Hendrawan Supratikno

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengatakan, ada beberapa alasan mengapa Jokowi dan Parpol koalisi tidak jadi mendukung Mahfud MD sebagai Cawapres.

Salah satunya adalah demi menjadaga solidaritas Parpol di Koalisi Jokowi.

"Kesepakatan bahwa dengan memperhatikan berbagai faktor, soliditas partai pengusung dan antisipasi kontestasi," ungkap Ketua DPP PDIP itu saat dihubungi di Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Selain itu, lanjut dia, jauh sebelum mencuatnya nama Mahfud MD sebagai Cawapres, Jokowi dan Parpol koalisi juga sudah melakukan penilaian.

"Sejak Juli, Ma'ruf Amin (MA) skornya lebih tinggi. Bukan ada tidak (nominal), tapi lebih tinggi skornya (ordinal)," ungkapnya lagi.

Kendati demikian, kata dia, tidak dipilihnya Mahfud MD sebagai Cawapres lebih kepada faktor hitung-hitungan politik.

"Kan sudah disampaikan Pak Mahfud. Beliau kalah "senior" dibanding MA. Politik itu terkait menjamin kekuasaan dan dukungan Larpol-parpol. Yang penting Prof MMD sudah legowo," terangnya.

PDI-P sendiri, tambah dia, menerima apapun yang telah menjadi keputusan bersama.

"Jadi, ya Oke. Bisa diterima sebagai kompromi politik," pungkasnya. (Alf)

tag: #pdip  #pilpres-2019  #jokowi  #mahfudmd  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING