Demokrat: WO SBY adalah Sikap Kenegarawanan
Oleh Enjang Sofyan pada hari Senin, 24 Sep 2018 - 15:29:19 WIB

Bagikan Berita ini :

21SBY1.jpg.jpg
Sumber foto : Dok/TeropongSenayan
Susilo Bambang Yudhoyno

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wasekjen Partai Demokrat (PD) Renanda Bachtiar menegaskan, aksi Walk Out (WO) yang dilakukan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat deklarasi kampanye damai merupakan langkah yang tepat.

"WO bukanlah sesuatu yang melanggar aturan, justru itu merupakan sikap politik dan sebagai sikap kenegarawanan yang paripurna, SBY lakukan WO agar hal pelanggaran kampanye damai kemarin disikapi serius oleh semua pihak," ujar Renanda kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/9/2018).

Dia juga mengatakan, tidak ditekennya deklarasi kampanye damai oleh SBY bukan berarti PD tidak mendukung deklarasi damai.

"Pak SBY tetap meminta seluruh jajaran PD untuk mengikuti semua prosesi acara tersebut," tegas dia. 

Renanda menyesalkan KPU yang dinilai tidak bisa mengawasi massa pendukung saat kampanye damai, di Monas pada Minggu (23/9/2018) kemarin. 

"Maka bagaimana KPU bisa kontrol dan amankan jalannya Kampanye yang adil dan damai di seluruh Indonesia?," kata Renanda. 

Karena itu Demokrat tetap akan memprotes keras terkait peristiwa yang terjadi pada deklarasi kampanye damai.

"Tidak ada gunanya partai-partai politik tandatangani deklarasi kampanye damai. Setidaknya, demikianlah sikap partai kami," ujar dia. 

Sebelumnya, SBY meninggalkan acara Deklarasi Kampanye Damai Pemilu 2019 dikarenakan ada atribut partai dan ormas pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di acara deklarasi kampanye damai.(yn)

tag: #susilo-bambang-yudhoyono-sby  #partai-demokrat  #kpu  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING