Sandiaga Puji Santripreuner Ala Ponpes Tapal Kuda
Oleh Mandra Pradipta pada hari Sabtu, 06 Okt 2018 - 12:40:19 WIB

Bagikan Berita ini :

85IMG-20181006-WA0022.jpg.jpg
Sumber foto : Mandra/TeropongSenayan.dok
Sandiaga sarapan pagi di Dapur M'riah di Jalan Raya Ponti Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu (6/10/2018).

SIDOARJO (TEROPONGSENAYAN) --Cawapres Sandiaga Uno melanjutkan safari politiknya di tanah Jawa. Kali ini, Sandiaga bersilaturrahmi ke pesantren-pesantren di wilayah Tapal Kuda Jawa Timur, Sabtu (6/10/2018). 

Dalam kesempatan ini, Sandiaga menyempatkan diri sarapan pagi di Dapur M’riah di Jalan Raya Ponti Sidoarjo. Dia juga menyapa dan menyerap aspirasi santri dan warga di daerah Sidoarjo. 

Rumah makan ini kebetulan milik KH Mahfudz Sobari yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Pendidikan dan Perguruan Agama Islam Riyadlul Jannah. 

"Ini adalah contoh sukses santripreuner. Pak Kyai tidak hanya punya Ponpes tapi juga jaringan restoran Dapur M’riah yang tersebar di beberapa daerah di Jawa Timur. Dan bisnis kuliner ini mampu menyerap lapangan kerja dan mampu meningkatkan ekonomi umat," kata Mantan Wakil Gubernur DKI ini sambil menyantap Ayam Bakar kesukaannya.

"Inilah konsep dasar santripreuneur. Sejak usia remaja mereka diajarkan untuk menciptakan lapangan kerja. Bukan sebaliknya, mencari kerja. Meraka inilah yang akan membuat dasar-dasar ekonomi di negeri ini bertambah kuat," jelas Sandiaga.

"Dari Dapur M’riah saja 2000 tenaga kerja tercipta. Santripreuneur bisa menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia," terang Ketua HIPMI 2005-2008 ini.

Sementara itu, Yusuf Misbach Direktur Pengembangan Dapur M’riah, di pesantren ini para santri yang sudah dewasa memang diajari dasar-dasar berwirausaha. 

Mereka bahkan diberi modal untuk berjualan agar menghidupi diri sendiri dan belajar berwirausaha. 

"Manajer dan direksi di restoran ini juga merupakan para santri," katanya. (Alf)

tag: #sandiagauno  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING