Amien Rais Ungkap Sejumlah Kejanggalan Soal Pemanggilan Dirinya
Oleh Enjang Sofyan pada hari Rabu, 10 Okt 2018 - 12:10:02 WIB

Bagikan Berita ini :

26amien-rais.jpg.jpg
Sumber foto : Dok/TeropongSenayan
Amien Rais

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam pemanggilan dirinya oleh Polda Metro Jaya sebagai saksi kasus Ratna Sarumpaet.

Sebelum masuk ke ruang penyelidikan Ditkrimum Polda Metro Jaya, Amien bicara di depan wartawan ditemani sejumlah elite PAN, putrinya Tasniem Fauzia Rais, dan menantunya Ridho Rahmadi. 

Kemudian Amien mengutip pernyataan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto yang menyebut pemanggilan Amien berdasarkan keterangan Ratna Sarumpaet.

"Ini surat panggilan untuk saya tanggal 2 Oktober yang katanya berdasarkan keterangan Sarumpaet, padahal Sarumpaet ditangkap tanggal 4 Oktober. Ini sangat janggal. Tanggal 2, Sarumpaet belum memberi keterangan apapun ke polisi," ujar Amien, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Ratna ditahan polisi saat hendak berangkat ke luar negeri pada 4 Oktober 2018. Amien mempertanyakan hal itu. "Apakah ini upaya kriminalisasi? Wallahualam," tutur dia.

Amien Rais juga bicara soal kejanggalan penulisan namanya saat pemanggilan oleh kepolisian.

"Nama yang tertulis pada surat panggilan saya tertulis Amin Rais. Padahal nama saya jelas Muhammad Amien Rais," ujar dia.

Amien Rais mengatakan sudah mengingatkan Polda Metro Jaya soal nama lengkapnya itu. Namun di pemanggilan dirinya, nama lengkapnya tetap tak ditulis.

"Soal nama ini, saya mau tanya ke Ajun Komisaris Besar Polisi Jerry Raymond Siagian dan AKP Nico Purba, kenapa nama Muhammad tidak ditulis. Apakah alergi dengan nama Muhammad? Wallahualam," ucap Amien. 

Hari Ini adalah pemanggilan kedua Amien Rais dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet tersebut.(yn)

tag: #amien-rais  #ratna-sarumpaet  #hoax  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING