Polisi: Pemanggilan Amien Rais Sesuai Prosedur
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 10 Okt 2018 - 12:28:03 WIB

Bagikan Berita ini :

16ArgoYuwono.jpg
Sumber foto : ist
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono


JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Pihak Polda Metro Jaya menegaskan pemanggilan mantan Ketua MPR RI Amien Rais sebagai saksi kasus ujaran kebohongan dengan tersangka Ratna Sarumpaet sesuai prosedur.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu (10/10/2018), menjelaskan surat panggilan Amien Rais berdasarkan laporan polisi.

"Bukan berdasarkan penangkapan Ratna Sarumpaet," kata Argo.

Argo menyatakan penyidik telah menerima laporan polisi terkait dugaan ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet pada 2 Oktober 2018 sehingga pemanggilan Amien berdasarkan laporan dari masyarakat.

Amien menyampaikan beberapa kejanggalan terkait pemanggilan sebagai saksi berdasarkan keterangan Ratna Sarumpaet yang dikemukakan Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto melalui tayangan salah satu stasiun televisi nasional pada Selasa (9/10) malam.

"Ini surat panggilan untuk saya tertanggal 2 Oktober padahal Ratna Sarumpaet baru ditangkap tanggal 4 Oktober, ini sangat janggal bagi saya," ujar Amien.

Pada 2 Oktober itu, Amien menuturkan Ratna Sarumpaet belum memberikan keterangan apapun kepada polisi namun surat panggilan untuk Amien sudah jadi. "Apakah ini tindak kriminalisasi kepada saya?" tanya Amien.

Kejanggalan kedua dituturkan Amien, nama yang tertulis pada surat panggilan pertama yakni Amin Rais padahal nama lengkapnya Muhammad Amien Rais. "Saya ingin tanya kenapa nama Muhamamd tidak ditulis," ujar Amien. (plt/ant)

tag: #ratna-sarumpaet  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING
TSTRENDING