Polisi Panggil Amien Rais, PA 212: Suatu Kekeliruan
Oleh Enjang Sofyan pada hari Rabu, 10 Okt 2018 - 13:28:07 WIB

Bagikan Berita ini :

20PA-212-Enjang.jpg.jpg
Sumber foto : Enjang Sofyan/TeropongSenayan
Sejumlah massa yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 mengawal pemeriksaan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018) dalam kasus kebohongan Ratna Sarumpaet

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Persaudaraan Alumnni (PA) 212 mengawal pemeriksaan Amien Rais di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018). Mereka menilai, pemanggilan tersebut seharusnya tidak dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Jangankan jadi tersangka, pak Amien Rais dipanggil saja itu suatu kekeliruan. Polisi tidak sopan terhadap tokoh kami,” ujar Wakil Ketua PA 212, Ustadz Asep Syarifudin saat orasi, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Menurut dia, Amien Rais selaku Ketua Dewan Penasehat PA 212 sekaligus tokoh nasional dan reformasi merupakan tokoh yang sangat dihormati.

“Pak Amien itu pelaku kebohongan apa korban? Jadi tidak sepantasnya dipanggil,” ujar dia. 

Sebelumnya, ratusan massa PA 212 turut mengawal pemeriksaan terhadap Amien Rais soal kasus hoax penganiyaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet.

Amien diperiksa sebagai saksi untuk Ratna. Sedangkan pada Selasa, (9/10/2018) Kemarin, polisi telah memeriksa Presiden KSPI Said Iqbal sebagai saksi dalam kasus yang sama.(yn)

tag: #amien-rais  #ratna-sarumpaet  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING