Amien Minta Kapolri Dipecat, Jokowi: Desakan ya Biasa
Oleh Ferdiansyah pada hari Rabu, 10 Okt 2018 - 15:21:04 WIB

Bagikan Berita ini :

14jokowi-amien.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Presiden Joko Widodo dan Amien Rais

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi permintaan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais agar memecat Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Jokowi menilai, permintaan Amien Rais sesuatu hal yang biasa saja.

"Desakan ya biasa," kata Jokowi di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (10/10/2018).

Jokowi lantas ditanyai soal hasil investigasi Indonesialeaks, di mana ditemukan dugaan rusaknya alat bukti oleh penyidik di KPK. Terkait kasus itu, ia enggan berkomentar.

"Kan baru dugaan. Saya nggak mau intervensi, nggak mau ikut campur wilayah hukum," ujarnya.

Jokowi sendiri mengaku sering bertemu dengan Tito. Namun dia mengaku belum mengkonfirmasi hal itu, karena kasus yang dialamatkan ke Tito baru sekadar dugaan.

"Biasa bertemu. Nggak sekali dua kali," katanya.

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memenuhi panggilan polisi sebagai saksi untuk tersangka hoax dan keonaran Ratna Sarumpaet. Sebelum masuk ke ruang pemeriksaan, Amien minta agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian dipecat.

"Anda semua ingin tahu, saya nggak akan perpanjang. Saya minta Pak Jokowi agar Pak Kapolri Tito Karnavian dicopot," ujar Amien di Mapolda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018).

Amien menyatakan itu sesaat sebelum masuk ke ruang Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Amien tidak menjelaskan panjang lebar alasan dia meminta Tito dicopot. Dia hanya menunjukkan lembaran koran nasional.

"Saya yakin stok kepemimpinan Polri yang jujur mengabdi ke bangsa dan negara banyak. Kita cinta polisi," tutur Amien.(yn)

tag: #amien-rais  #kapolri-jenderal-pol-tito-karnavian  #jokowi  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING
TSTRENDING