Andi Arief: Pak Prabowo Kurang Serius Mau Jadi Presiden
Oleh Ferdiansyah pada hari Jumat, 12 Okt 2018 - 13:48:54 WIB

Bagikan Berita ini :

68Prabowo-Andi-Arief.jpg.jpg
Sumber foto : Istimewa
Prabowo Subianto dan Andi Arief

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN)--Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief kembali melontarkan kritikan terhadap capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Andi mengkritik cara berkampanye Prabowo yang terkesan terlalu santai.

"Ini otokritik: Kalau dilihat cara berkempanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu @sandiuno atau Pak Prabowo ya. Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," kicau @AndiArief_, Jumat (12/10/2018).

Andi menegaskan, Pilpres itu memilih Presiden. Sehingga jika Ketua Umum Partai Gerindra itu tidak mau keliling indonesia secara aktif, maka tidak akan ada rumus ajaib untuk menang. 

"Kalau Pak Prabowo agak males2an, kan gak mungkin partai pendukungnya super aktif," tambah Andi.

Lebih lanjut, Andi mengamini bakal banyak pihak yang tidak suka soal kritiknya terhadap aksi malas-malasan Prabowo berkampanye keliling Indonesia secara aktif.

"Tapi percayalah kalau direnungkan bagaimana mungkin kemenangan mengejar orang yang malas?," ujarnya.

Andi menekankan enam bulan waktu kampanye adalah waktu yang terlalu pendek dalan politik. Ia pun meminta agar Prabowo keluar dari sarangnya di kertanegara Jakarta untuk lebih rajin mengunjungi rakyat.

"Pak Prabowo harus keluar dari sarang kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yg sulit ini. Sekian kritik saya," kata Andi.(yn)

tag: #prabowo-subianto  #prabowosandiaga  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :

Tanggapan Anda atas berita ini?
TSPOLING

Pembaca teropongsenayan.com yth.

Polemik Ratna Sarumpaet, dalam waktu sekejap, membuka mata-telinga dan mengejutkan banyak kalangan. Termasuk mata dan telinga para politisi.

Setelah polisi membuktikan kebohongan Ratna, dan yang bersangkutan juga mengaku berbohong, polemik pun semakin kencang. Di sisi lain, beberapa kalangan menengarai polemik kebohongan Ratna berimplikasi terhadap elektabilitas pasangan calon (paslon) peserta Pilpres 2019. Yakni Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Menurut Anda, seperti apa dampak dari implikasi tersebut:

  • 1. Berpengaruh positif terhadap Joko Widodo-Maruf Amin
  • 2. Berpengaruh positif terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
  • 3. Tidak berpengaruh terhadap masing-masing paslon
LIHAT HASIL POLING