Berita

Potensi Besar Sektor Pertanian Jadi Penggerak Ekonomi Bangsa

Oleh Ferdiansyah pada hari Kamis, 13 Des 2018 - 01:59:49 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

94akurat_20171227100543_Jikw16.jpg.jpg

Petani mengikat benih padi yang siap ditanam, di Desa Neglasari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (26/12). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Indonesia dikenal sebagai wilayah yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Bahkan, sejak era nusantara Indonesia sudah dikenal sebagai negeri agraris.

Tak heran, jika sebagian besar mata pencarian penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Ini pula yang kemudian menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu pilar besar perekonomian bangsa. 

Ketua Umum Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) Sunarso mengatakan, pertanian menjadi salah satu sumber terbesar penyumbang pendapatan domestik bruto (PDB) negara dan penyedia lapangan pekerjaan utama bagi rakyat. 

Di tengah kekayaan alam yang dimiliki itu, kata dia, perlu adanya konsep pembangunan pertanian yang berwawasan ke depan dan saling berhubungan.

"Kita punya peluang besar dengan jenis tanah di Indonesia, yang sangat cocok untuk ditanami berbagai tanaman pangan," ucap Sunarso.

Indonesia juga didukung berada di wilayah tropis yang memiliki keunggulan segi agroklimat yakni iklim, cuaca, ketersediaan air atau curah hujan dan tingkat penyinaran matahari yang cukup sepanjang tahun. Artinya, modal Indonesia sebagai negera dengan pertanian nomor satu didunia sudah sangat cukup. 

"Oleh karena itu, dalam pengoptimalan kekayaan alam yang ada, kami menawarkan konsep pembangunan pertanian yang visioner dan integratif," ujarnya. 

Sunarso juga membeberkan ada sembilan konsep pembangunan pertanian visioner dan integratif yang di buat oleh PISPI, yaitu kejelasan tata ruang nasional melalui pembaruan agraria, infrastruktur, pola pengusaha pertanian, kelembagaan pertanian, riset dan teknologi tepat guna. Lalu, supply chain management, aspek keuangan, monitoring neraca produksi dan stok nasional serta industri berbasis pertanian. 

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, sekitar 620.000 hektar sawah diikutsertakan ke dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Jumlah tersebut sudah mencapai 62 persen dari target yang dicanangkan pemerintah, yakni sebesar sejuta hektar pada 2017. (Alf/sindonews)

tag: #kementerian-pertanian  

Bagikan Berita ini :