Jakarta

Anies: MRT Hasil Kerja Keras Presiden dan Gubernur DKI Sejak 20 Tahun Silam

Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 13 Des 2018 - 16:04:26 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

8820181106_131729.jpg.jpg

Anies dan Jokowi saat melakukan uji coba MRT, Jakarta Pusat, Selasa (6/11/2018). (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan, bahwa penyelesaian proyek moda raya terpadu (MRT) Jakarta tidak terlepas dari kontribusi para pemimpin Indonesia, baik Pemerintah Pusat dan Pemerintah DKI Jakarta.

Bahkan, Anies menyebut, proyek infrastruktur itu teralisasi juga berkat para pendahulunya Gubernur DKI Jakarta sejak 20 tahun silam. 

"Sesungguhnya ini adalah perjalanan panjang dari banyak pemimpin dan lebih banyak lagi mereka yang bekerja di balik layar," kata Anies, Kamis (13/12/2018). 

Dia mengaku, Pemprov dibawah pemerintahannya berada di bagian akhir dari sebuah proses yang panjang tersebut.

Anies bercerita bahwa MRT digagas dan direncanakan sejak lebih dari 20 tahun lalu oleh Presiden BJ Habibie dan tim di Kementrian Negara Riset dan Teknologi Indonesia yang kemudian menugaskan Gubernur Surjadi Soedirdja di tahun 1995. 

Namun, rencana tersebut sempat berhenti karena krisis keuangan yang melanda Indonesia pada 1997. 

Selanjutnya, kegiatan dimulai kembali tahun 2002 pada saat periode kedua Gubernur Sutiyoso (Bang Yos) yang melaksanakan kajian kelayakan (feasibility study). Baru pada tahun 2005, MRT Jakarta ditegaskan menjadi proyek nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

Pemerintah Pusat dan Pemerintah DKI Jakarta saat itu yang masih di bawah Gubernur Sutiyoso bergerak bersama melakukan appraisal agar bisa dibiayai menggunakan pinjaman dari Pemerintah Jepang pada tahun 2005.

"Loan agreement batch pertama (diteken) pada tahun 2006. Loan Agreement kedua ditandatangani pada saat Gubernur Fauzi Bowo menjabat sebesar US$ 450 Juta. Ada usaha Dubes Yusuf Anwar dan timnya juga di situ," beber Anies. 

Satu tonggak lagi dilewati ketika PT MRT Jakarta dibentuk pada tahun 2008. Lalu tahun-tahun berikutnya diisi dengan usaha desain teknis, pengadaan lahan dengan segala kerumitannya, tender konstruksi dan peralatan elektrik dan mekanik.

Dia menuturkan kala itu ada kerja keras Gubernur Fauzi Bowo dan jajarannya untuk meletakkan persiapan konstruksi.

Kemudian, Gubernur Joko Widodo, Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dan Gubernur Djarot Saiful Hidayat melanjutkan pekerjaan pada fase konstruksi. Proses ini dimulai sejak Oktober 2013 hingga pertengahan 2017. 

"Ketika Gubernur memastikan proses berjalan baik, hingga akhir masa jabatan mereka," ungkap Anies. 

Dia menambahkan, tugasnya sebagai Gubernur DKI yakni memastikan penuntasan perjuangan panjang dan kolosal yang sudah dirintis oleh pemerintahan sebelumnya. 

Anies juga harus memastikan sisa-sisa lahan yang belum terbebas agar bisa diselesaikan, memastikan setiap uji coba berjalan lancar, dan memastikan integrasi dan konektivitas antar moda disiapkan. 

Menurutnya, proyek MRT Jakarta merupakan kerja kolosal bangsa, bukan kerja satu-dua individu dan dalam rentang waktu yang cukup panjang. 

"Apresiasi yang masyarakat sampaikan lewat saya merupakan apresiasi kepada setiap insan yang sumbangkan dirinya untuk ketuntasan MRT Jakarta," ucap Anies. (Alf)

tag: #anies-baswedan  #pemprov-dki  #proyek-mrt  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement