Berita

Pembangunan Infrastruktur Jokowi Disebut Membodohi Publik

Oleh Mandra Pradipta pada hari Rabu, 02 Jan 2019 - 15:43:59 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

90jokowi 7.jpg.jpg

Presiden Jokowi dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat melihat hasil pembangunan jalan tol. (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut, klaim keberhasilan pembangunan pemerintahan Presiden Jokowi membodohi publik. 

Menurut Fadli, contoh klaim pembangunan jalan tol adalah yang paling nyata. Mengingat, jalan tol sebagian infrastruktur swasta, bukan infrastruktur publik.

"Bagaimana ceritanya pembangunan jalan tol diklaim sebagai prestasi pembangunan? Itu tak ada bedanya jika ada Bupati mengklaim pembangunan mal di kotanya sebagai prestasi pemerintah daerah," kata Fadli di Jakarta, Rabu (2/1/2018).

"Klaim yang sangat menggelikan. Dengan kata lain, tol berbayar adalah bentuk berbisnis dengan rakyat bukan pelayanan," ungkap Fadli.

Lebih jauh, Waketum Gerindra ini mengatakan, infrastruktur publik mestinya adalah jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan sejenisnya, bukan jalan tol. Karena masyarakat harus membayar jika ingin menggunakan jalan tol. 

"Masalahnya, alih-alih memperbaiki jalan lintas Sumatera, misalnya, atau jalan-jalan arterinya yang rusak, Pemerintah malah berniat membangun jalan tol lintas Sumatera. Lalu di mana sifat publiknya?," tegas Fadli.

Oleh karenanya, Fadli menilai, klaim keberhasilan pembangunan jalan tol itu bukan hanya membodohi, namun juga tak mendidik masyarakat mengenai paradigma kebijakan transportasi yang benar. 

"Jalan tol adalah obsesi pembangunan yang salah, karena jalan tol yang kini ada sebenarnya hanyalah infrastruktur bagi kendaraan pribadi, hanya memberikan insentif bagi pengguna kendaraan pribadi atau operator transportasi yang bersifat privat. Padahal yang mestinya dibangun pemerintah adalah sarana transportasi publik berbasis rel, bukannya jalan tol," papar Fadli. (Alf)

tag: #jokowi  #fadli-zon  #proyek-infrastruktur  

Bagikan Berita ini :