Jakarta

Nama Boy Sadikin Mencuat di Bursa Wagub DKI

Oleh Bara Ilyasa pada hari Kamis, 10 Jan 2019 - 20:58:48 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

76141924_620.jpg.jpg

Boy Bernadi Sadikin (Istimewa) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) - Anak mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, Boy Bernadi Sadikin dinilai sosok yang tepat mendampingi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai wakil gubernur pengganti Sandiaga Uno.

Usulan itu dilontarkan oleh Fraksi Partai Hanura DKI Jakarta yang sebelumnya menolak tiga nama kandidat wagub DKI Jakarta yang ditawarkan Partai Keadilan Sejahtera.

Anggota Fraksi Partai Hanura DPRD DKI Jakarta, Muhammad Guntur mengatakan sosok Boy Sadikin diyakini dapat membantu Anies membenahi Kota Jakarta. Bukan wagub yang tidak memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan pembangunan sebuah kota.

"Kita ingin wagub yang bisa membantu Pak Anies membenahi Jakarta. Makanya Hanura meminta PKS dan Gerindra untuk mencari wagub alternatif yang dapat bekerja dengan track record yang baik, serta dapat diterima oleh seluruh fraksi di DPRD. Nama yang pas adalah Boy Sadikin," kata Guntur di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Kamis (10/1/2019).

Guntur melanjutkan, jika nama Boy Sadikin yang diusulkan menjadi wagub DKI Jakarta Fraksi Hanura dan sebagian fraksi di DPRD dipastikan bulat memilih Boy dalam rapat paripurna pemilihan wagub. 

"Kita juga sudah berkomunikasi dengan pimpinan DPP Gerindra dan PKS agar mengusulkan nama Boy untuk solusi terbaik cawagub," katanya.

Selain itu, Boy Sadikin juga memiliki komunikasi yang baik dengan DPRD DKI Jakarta karena bekas anggota DPRD DKI dibawah payung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Tak hanya itu, Boy sudah terbukti mumpuni dalam politik dan pengelolaan anggaran daerah. 

"Boy Sadikin dapat menjadi cawagub alternatif, mengingat kepiawaian beliau dalam dunia politik serta rekam jejak kariernya yang jauh dari hingar bingar kasus dugaan korupsi," paparnya.

"Boy Sadikin memilih mundur dari PDIP pada September 2016 karena berbeda sikap terkait proyek reklamasi pantai utara Jakarta. Boy tegas menolak karena memperjuangkan keadilan untuk para nelayan dan warga pesisir pantai. Perjuangannya bukan untuk hasrat kerakusan, tetapi murni demi pembelaan terhadap rakyat kecil Jakarta yang tersakiti," tambahnya. (ahm)

tag: #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :