Berita

Para Habaib, Kiai, dan Ulama Sidogiri Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi

Oleh Ferdiansyah pada hari Sabtu, 12 Jan 2019 - 23:16:56 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

4457_--Habaib-Kiai--Merujuk-Hadits-Nabi--Rapatkan-Barisan-untuk-02-.jpg.jpg

Deklarasi dan pernyataan sikap para habaib, kiai dan masyayikh Jawa Timur di ndalem KH Abdullah Syaukat Siroj, anggota Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri di Desa Ngempit, Kec. Kraton, Kab. Pasuruan, Sabtu (12/1/2019). (Sumber foto : Ist)

PASURUAN (TEROPONGSENAYAN) --Para habaib, kiai, dan masyayikh di Jawa Timur menggelar istighotsah dan pernyataan sikap mendukung paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno sebagai Capres dan Cawapres di Pilpres 2019

Pernyataan sikap dukungan tersebut dilakukan di halaman dalem KH Abdulloh Siroj (anggota Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri), di Desa Ngempit, Kec. Kraton, Kab. Pasuruan, Sabtu (12/1/2019).

Para ulama dan habaib itu memilih mendukung Prabowo-Sandi setelah mempelajari dengan seksama, antara maslahah dan madlaratnya, selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK. Dalam catatannya, keduanya tidak memiliki nilai positif terhadap masa depan agama Islam dan rakyat Indonesia secara umum. 

Karena itu, para habib, kiai dan masyayikh Jawa Timur tersebut bulat memutuskan, cukup bagi Jokowi hanya satu periode 2014-2019. Selanjutnya, pada periode 2019-2024 giliran Prabowo-Sandi untuk memimpin Indonesia. 

“Pertama dan terutama, adalah demi masa depan umat Islam Indonesia. Para habib, kiai dan masyayikh merasakan betapa karut marut, tercerai berai umat Islam sekarang ini. Mereka ingin ke depan lebih baik. Pasangan Prabowo-Sandi dinilai paling memiliki kepedulian terhadap umat Islam,” kata Habib Hasan bin Salim Assegaf, saat membacakan pernyataan sikap untuk Pilpres 2019.

Ketika disebut nama Cawapres petahana Jokowi, pasangan KH Ma’ruf Amin, Habib Hasan tidak mengelak bahwa dia adalah ulama yang harus tetap dihormati.

Tetapi, menurutnya, rakyat Indonesia paham peran wakil dalam perpolitikan di negera ini amat kecil.

“Kami sangat hormat, takdzim kepada Kiai Ma’ruf. Tetapi semua tahu, posisi wakil itu seperti ban serep. Pak JK yang dikenal jauh lebih senior, punya pengalaman lebih, nyatanya juga tidak bisa berbuat banyak,” jelasnya.

Negeri ini, lanjut Habib Hasan, butuh pemimpin tegas, bukan petugas partai. Di samping itu, juga membutuhkan sosok yang berpengalaman, terutama dalam menggerakkan roda ekonomi rakyat. 

Dia kemudian menyinggung keberanian Prabowo memilih Sandi sebagai Cawapres pendampingnya. Hal itu dinilai sangat tepat.

“Semua tahu, Pak Prabowo itu orangnya tegas. Dan dia tahu persis apa yang dibutuhkan bangsa sekarang ini. Pilihan Cawapres yang jatuh pada sosok Sandi, adalah tepat. Dia memiliki pengalaman panjang menata ekonomi umat,” tambahnya.

Selanjutnya, dia menyebut, sebagaimana kaidah fiqih yang popular di kalangan ahlusunnah waljamah bahwa; tasharraful ‘ala rai’yatihi lil maslahatil ‘ammah (kebijakan seorang pemimpin harus dapat mencerminkan kemaslahatan seluruh rakyat red.). Pertama, kata salah seorang kiai, terhadap khifdzul din menjaga agama. Empat tahun terakhir ini, kondisinya sangat memprihatinkan.

Kedua, pemerintah mestinya juga mampu menjaga kekayaan (khifdzul al-mal). Yang terjadi sekarang, kekayaan di negeri ini terbang ke luar negeri. Terlebih soal utang, semakin hari utang Indonesia semakin menumpuk. 

“Ini beda jauh dengan zaman Gus Dur. Nah, kalau sampai kepemimpinan ini diteruskan, Anda bisa bayangkan bertapa hancur lebur masa depan kita,” tegasnya.

“Lebih parah lagi, kebijakan impor pangan gila-gilaan. Ini membuat para petani kehilangan pendapatan, selain itu impor baja dan berbagai barang komiditi serta membanjirnya tenaga kerja asing, membuat kita semakin miris,” urainya.

Untuk itu, tambahnya, para habaib, kiai dan masyayikh dengan merujuk hasil istikharah KH Toifur (Madura) yang mengarahkan dukungan pada Prabowo-Sandi, maka, mulai hari ini dukungan ini harus sampai kepada umat.

“Insya Allah setelah ini nahdliyin khususnya, umat Islam umumnya akan bergerak massif memenangkan Prabowo-Sandi,” tutup dia.

Paradoks Indonesia

Sebelumnya Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, sudah sowan ke sejumlah kiai, habaib, dan masyayikh di sejumlah daerah di di Jawa Timur. 

Pasangan capres Prabowo Subianto itu berkunjung ke Ponpes Sidogiri Pasuruan, Sabtu (6/10/2018) tahun lalu.

Di pesantren ini, mantan Wagub DKI ini disambut langsung oleh KH Abdullah Siraj dan KH Fuad Nur Hasan, Anggota Majelis Keluarga Pondok Pesantren Sidogiri.

Sandi tiba di lokasi dengan menggunakan sarung hijau, khas warna kebesaran pesantren Sidogiri. Berpeci hitam, ia lantas berjalan menyusur pesantren bersama KH Abdullah Syaukat.

Sontak, kedatangan Sandi disambut ribuan santri di pesantren disebut yang mayoritas dari santri juga bersarung hijau. Mereka bahkan berebut bersalaman, ada pula yang meminta swafoto bersama Sandi. Para santri tampak antusias menyambut Sandi.

Di dalam kunjungannya, Sandi sempat membagikan beberapa buku Paradoks Indonesia, sebuah buku yang ditulis oleh Prabowo. Di hadapan keluarga pesantren, Sandi menjelaskan isi buku tersebut.

Menurutnya, saat ini hampir semua sektor mengalami pelemahan. Di antaranya, sektor industri. “Banyak program yang memanjakan kalangan-kalangan tertentu. Contohnya, banyak program impor, namun ekspornya tidak dipikirkan,” kata Sandi.

Menurutnya, hal ini berbanding terbalik dengan potensi yang dimiliki Indonesia. “Padahal Indonesia merupakan daerah subur, gemah ripah loh jinawi. Sebuah negara maritim yang besar,” kata Sandi.

Ia mencontohkan beberapa produk impor yang sebenarnya bisa diproduksi di Indonesia. “Kita punya banyak ikan, beras, hingga garam. Pada intinya, sebenarnya realisasi dan solusi itu banyak yang bertolak belakang. Inilah yang dinamakan Paradoks Indonesia,” imbuhnya.

Menjawab masalah itu, Sandi membawa isu perbaikan ekonomi. “Bagaimana nantinya kita akan membuat dan meningkatkan sumber-sumber produksi nasional,” kata Sandi.

Oleh karenanya, ia bersama Prabowo akan bersama-sama untuk mengutamakan pembangunan ekonomi kalangan menengah ke bawah.

“Tanpa bermaksud merendahkan pemerintahan sebelumnya, kami berkomitmen untuk fokus menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi kemiskinan,” lanjut Sandi.

Salah satu caranya, menurut Sandi adalah fokus memperdayakan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Kami ingin memberikan solusi terhadap padadoks ini. Di antaranya, pemerintah harus hadir untuk mengawal kalangan ekonomi kelas bawah,” katanya. (Alf/duta.co)

tag: #pilpres-2019  #prabowosandiaga  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement