Jakarta

Anies Tinjau Pelaksanaan Optimalisasi TPST Bantargebang

Oleh Bara Ilyasa pada hari Selasa, 15 Jan 2019 - 09:55:21 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

21Bantar Gebang.jpg.jpg

TPST Bantar Gebang (Istimewa) (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau pelaksanaan Kegiatan Strategis Daerah (KSD) Optimalisasi TPST Bantargebang, Selasa (14/1).  

Tujuan optimalisasi TPST Bantargebang adalah mewujudkan pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan ramah sosial.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Isnawa Adji menjelaskan bahwa Kegiatan Strategis Daerah adalah kegiatan yang disusun sebagai pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dalam memenuhi kebutuhan dasar, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu kegiatan yang termasuk dalam daftar Kegiatan Strategis Daerah, ungkap Isnawa adalah Optimalisasi TPST Bantargebang. “Arahan Gubernur, TPST Bantargebang harus dapat mengelola sampah DKI Jakarta dengan konsep ramah lingkungan dan ramah sosial,” kata Isnawa.

Isnawa memaparkan, TPST Bantargebang telah beroperasi sejak tahun 1989 dan jumlah sampah yang diterima meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2018, rata-rata jumlah sampah yang masuk ke TPST Bantargebang mencapai lebih dari 7.400 ton per hari. Ketinggian timbunan sampah saat ini bervariasi dari 20 – 40 meter.

Menurut Isnawa, kapasitas TPST Bantargebang saat ini berada pada kondisi kritis. Diprediksi kapasitas TPST Bantargebang akan penuh pada tahun 2021. Oleh karena itu dibutuhkan terobosan berupa kegiatan pengurangan timbunan sampah pada zona serta perapihan zona. “Selain itu, perlu dilakukan penambahan sarana dan prasarana,” katanya.

Pernyataan Isnawa tersebut diamini Kepala Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST), Asep Kuswanto. Menurutnya pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menciptakan TPST Bantargebang sebagai TPST Ramah Lingkungan.

Sejak pengelolaan TPST Bantargebang dilakukan secara swakelola oleh Dinas Lingkungan Hidup pada 19 Juli 2016, kata Asep, Dinas lingkungan Hidup DKI Jakarta terus berupaya untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan terhadap semua sarana dan prasarana yang ada.

“Kami juga terus berupaya untuk dapat mengelola serta mengoperasikan TPST ini dengan sebaik mungkin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Asep.

Berbagai kegiatan yang sudah dilakukan, ungkap Asep, diantaranya memelihara kondisi landfill dengan melakukan penutupan menggunakan geomembran dan tanah merah, memelihara jalan operasional, memelihara Instalasi Pengolahan Air Sampah (IPAS) dan saluran, melakukan penghijauan, dan mengoperasikan pusat daur ulang Kompos. (ahm)

tag: #dki-jakarta  

Bagikan Berita ini :