Berita

Pengamat: Phubbing Membuat Debat Pilpres Seakan Tak Penting

Oleh Alfian Risfil pada hari Senin, 21 Jan 2019 - 10:45:07 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

60rps20181204_133508.jpg.jpg

Pengamat media dan politik dari Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria. (Sumber foto : Ist)

DEPOK (TEROPONGSENAYAN) --Debat pertama Pilpres 2019, Kamis (17/1/2019) lalu, dirusak beberapa orang yang asyik bermain HP di studio debat, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Pengamat media dan politik dari Komunikonten, Institut Media Sosial dan Diplomasi, Hariqo Wibawa Satria menyebut, siaran langsung debat pilres justru 'dirusak' elite politik yang bermain HP. 

Menurut dia, di luar sana, sudah lama ada kampanye stop phubbing atau ajak berhenti bermain hp pada waktu tertentu. Phubbing sendiri diartikan the act of snubbing someone in a social setting by looking at your phone instead of paying attention.

Phubbing telah merusak kumpul keluarga, idul fitri, reuni sekolah, banyak acara live di televisi dan sekarang debat Pilpres. Stop phubbing di debat kedua”, ujar Hariqo di Depok, Senin (21/1/2019).

Bahkan, Hariqo menyarankan agar tata tertib debat pilpres ditambah untuk pendukung pasangan calon yang hadir di studio, yaitu larangan bermain hp selama debat berlangsung.

Sebagaimana diketahui, sejauh ini panitia debat pilpres hanya punya tata tertib untuk pendukung pasangan calon: 1) Pendukung tidak melontarkan yel-yel atau teriakan selama acara debat berlangsung. 2) Pendukung tidak memprovokasi pasangan calon maupun pendukung pasangan calon lain. 3) Panitia berhak memperingatkan dan mengambil tindakan kepada pendukung yang dianggap tidak mematuhi tata tertib.

Hariqo menambahkan, phubbing itu mengganggap tidak penting situasi sekitar. Menurutnya, jika yang di dalam studio saja menunjukan debat pilpres tak penting, bagaimana dengan yang diluar studio. 

"Kemudian tayangan tv atau konten apapun yang diunggah di internet bisa lebih lama ditonton dari tayangan aslinya, dan itu sifatnya abadi. Jika kontennya buruk, ya merusaknya selamanya," jelas Hariqo.

“Bukan hanya acara debat Pilpres, pada acara-acara lainnya juga sering terjadi. Bahkan dalam acara kenegaraan masih sering kita melihat orang-orang sibuk bermain hp. Perilaku ini tidak mendidik dan terjadi disaat para guru dan orangtua terus membujuk anaknya untuk tidak bermain hp”, Hariqo menambahkan. (Alf)

tag: #pilpres-2019  #kpu  

Bagikan Berita ini :