Bisnis

Inflasi Awal Tahun Rendah, KEIN Apresiasi Pemerintah

Oleh Ahmad Syaikh pada hari Sabtu, 02 Feb 2019 - 14:25:30 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1549092330.jpg

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta (Sumber foto : Istimewa)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) -- Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Arif Budimanta mengapresiasi upaya pengendalian harga bahan makanan sejak awal tahun sehingga inflasi pada awal tahun ini hanya sebesar 0,32 persen.

"Bisa dilihat betapa besarnya penurunan yang terjadi di tiap tahunnya dan secara year on year, Januari 2019 merupakan yang terendah sejak 2014," kata dia dalam pernyataan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (2/2/2019).

Arif pun menjelaskan, laju inflasi yang rendah ini dikarenakan pemerintah mampu menjaga ketersediaan pangan melalui penyiagaan pasokan serta membangun sarana infrastruktur yang membuat biaya logistik lebih kecil.

Ya, menurut dia, pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah tidak hanya terbatas pada infrastruktur sipil, namun juga infrastruktur pertanian untuk mendukung proses produksi serta melahirkan tata niaga yang lebih sehat.

"Kombinasi kebijakan pemerintah ini membuat bahan pangan terkendali dan ini sangat patut diapresiasi," tegasnya.

Arif pun optimistis, jika kebijakan tersebut terus digulirkan dan pemerintah juga tetap konsisten pada upaya untuk menjaga kestabilan harga pangan, maka inflasi dari bahan makanan akan terus terkendali.

Apalagi, harga bahan pangan tidak hanya merupakan salah satu penyebab terjadinya inflasi di Indonesia, namun juga berpengaruh kepada angka kemiskinan.

"Pangan merupakan kebutuhan pokok semua masyarakat, sehingga apabila harga bisa terkendali akan berpengaruh pada kehidupan rakyat secara luas dan membuat daya beli masyarakat terjaga," imbuhnya.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadinya inflasi pada Januari tahun ini adalah sebesar 0,32 persen yang disumbangkan oleh kenaikan harga ikan segar, beras dan sayur-sayuran.

Komoditas lain yang ikut menyumbang inflasi antara lain daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, tarif sewa rumah, tarif angkutan udara, telur ayam ras, rokok kretek filter dan emas perhiasan.

Meski begitu, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada periode ini yaitu cabai merah, bensin, tarif kereta api, bayam dan kacang panjang. (ahm)

tag: #ekonomi-indonesia  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement