Bisnis

Miliki 100 Tempat Pariwisata, Kabupaten Lembata Dilirik Adonara Group

Oleh Fitriani pada hari Rabu, 06 Feb 2019 - 16:56:03 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1549446963.jpg

Bupati Lembata Yance Sanur, Wakil Bupati Thomas Ola Langsat didampingi Putri Indonesia NTT Maria Hostiana, dan CEO Adonara Group Ruben Bahy (Sumber foto : ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Kabupaten Lembata merupakan kabupaten di ujung timur Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dikenal sebagai surga tersembunyi Indonesia. Kabupaten ini memiliki 100 tempat wisata di sektor bahari dan perbukitan.

Adonara Group, investor dan operator hotel nasional  membaca peluang bisnis di daerah yang menjunjung tinggi tradisi Lamaholot (ramah tamah) nya itu.

Ditemui usai melakukan pertemuan dengan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur, Chief Executive Officer (CEO) Adonara Group Ruben Bahy mengatakan, investasi dilakukan karena prospek pariwisata di Kabupaten Lembata sangat besar dan belum banyak investor yang tertarik menanamkan investasi di sana. 

"Secara koorporasi Adonara Group akan melakukan investasi berupa hotel dan resort di Kuma Resort Lembata. Ini adalah bentuk kerja sama yang akan kami lakukan di Kabupaten Lembata," kata Ruben, di Kantor 
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Jakarta Pusat, Senin (4/2/2019).

Dikatakan Ruben, lokasi resort tersebut sangat strategis, terlebih dengan adanya pemandangan yang begitu bagus. Hamparan laut lepas, gunung-gunung yang apik seperti gunung boleng di Adonara dan Gunung Ile Ape di Lembata.

Adapun bentuk kerja sama yang dilakukan, yakni pola kerjasama investasi kolaborasi dengan pengusaha lokal dan memanfaatkan lahan dengan potensi yang ada di resort.

"Nilai investasi yang akan kami lakukan adalah, tahap pertama, pengembangan resort berupa cottage sebanyak 25 kamar, yang terdiri dari beberapa type, wahana bermain keluarga, hotel bintang 3 dengan 80-100 kamar, ballroom, bar dan resto. Total investasi yang dilakukan untuk tahap pertama adalah 30 miliar," paparnya.

Ditempat yang sama, Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur menuturkan hal senada. Menurutnya, potensi di bidang pariwisata itu sangat luar biasa. Sebab, menyebar di satu pulau. 

"Kita punya kebijakan strategis namanya Tri Angel Line Tourism development, kita bagi dalam bentuk segitiga, nanti cakupan-cakupan itu untuk menampung seluruh sebaran-sebaran yang ada di satu pulau tadi," tuturnya.

Saat ini, terang Eliaser, pinyaknya punya Lamalera yang masuk di proyek strategis daerah, tetapi ada image brand yang lain selain lamalera, yakni bukit cinta. 

"Di sana ada 100 tempat wisata, nanti kita fokus ke beberapa titik, kita mau mengangkat itu menjadi satu supaya icon Lembata itu selalu dinamis, orang wisata datang tidak melihat satu titik saja tapi juga bisa menyebar ke titik yang lain," terangnya.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata investasinya jangka panjang. Meski saat ini belum masuk penghasil terbesar di Pendapatan Asli Daerah (PAD). Akan tetapi diharapkan nanti akan masuk dan menjadi sumbangan terbesar. 

Untuk tawaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terhadap para investor, akan diberikan kemudahan di bidang infrastruktur dasar, seperti penyediaan air bersih, jalan, dan saluran listrik yang memadai, dengan catatan pembangunan harus dilakukan dengan pembangunan berbasis lingkungan.

"Kita harus ada rekomendasi ijin dari lingkungan dan lain-lain, tidak boleh kasih rusak apapun. Kalau kasih rusak dan punya dampak terhadap masyarakat tidak bisa," tegasnya. (plt)

tag: #  

Bagikan Berita ini :