Berita

100 Hari Pertama Dilantik, Prabowo: Harga Daging dan Telur Langsung Kita Turunkan

Oleh Mandra Pradipta pada hari Minggu, 10 Feb 2019 - 09:42:26 WIB | 0 Komentar

Bagikan Berita ini :

tscom_news_photo_1549766546.jpg

Ilustrasi (Sumber foto : Ist)

JAKARTA (TEROPONGSENAYAN) --Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto menemui ratusan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta'lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API). 

Dihadapan peserta yang didominasi oleh emak-emak tersebut, Prabowo mengaku bahwa dirinya sangat menyadari dan memahami kebutuhan dan kesulitan kaum emak-emak dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga setiap hari. 

Sebab, harga kebutuhan pokok saat ini sudah sulit terjangkau bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah. 

"Ibu yang dari FKMT (forum komunikasi majlis taklim) tadi saya nangkep sudah harapannya, pokoknya perintah emak-emak saya sudah tangkap, emak-emak minta harga daging turun, harga beras turun, harga gula turun, harga telur turun, harga ayam turun, minta harga listrik turun, betul?," kata Prabowo sembari bertanya kepada ratusan emak-emak, Sabtu (9/10/2019).

"Betul," jawab para emak-emak menimpali. 

Oleh karena itu, Prabowo menegaskan bahwa dirinya bersama dengan Sandiaga Salahuddin Uno akan berjuang sekuat mungkin untuk menurunkan harga kebutuhan pokok tersebut, bahkan sebelum seratus hari pertama usai dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pada Pemilu 2019.

"Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. InsyaAllah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunuin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan," ungkap Prabowo yang disambut gemuruh tepuk tangan dan takbir dari para ratusan pendukungnya.

Namun, diakuinya, untuk menurunkan harga tarif dasar listrik (TDL) dirinya dan Sandiaga Uno akan membutuhkan waktu kurang lebih 18 bulan setelah dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden. Sebab, menututnya, ada beberapa faktor yang membutuhkan waktu untuk bisa menurunkan harga TDL tersebut. 

"Untuk harga listrik, mungkin kita butuh lebih lama lagi. Karena sudah dibikin agak kacau selama ini, tapi mungkin kita ya 18 bulan bisa lah kira-kira insyaAllah. Ibu kan sudah menderita 4 tahun, 18 bulan ya tidak apa-apa ya, daripada saya janji janji yang saya gak bisa saya penuhi," tutur Prabowo. 

Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu juga menjelaskan, bahwa rencana penurunan harga kebutuhan pokok itu bisa ia laksanakan sebab ia telah memiliki pengalaman memimpin koperasi yang bisa menjual kebutuhan pokok dengan harga yang sangat terjangkau di tengah pemerintah tidak bisa menekan lonjakan harga. 

"Kalau soal harga daging itu saya punya pengalaman saya mimpin koperasi, sekitar Rp 84.000 perkilo itu sudah untung kita. Berarti ada yang ambil untung kebanyakan ini, jadi apalagi kalau dagingnya dari India. Daging dari India itu daging kerbau, daging kerbau itu harusnya bisa Rp 70.000. Jadi saya kalau harga daging, harga telur, harga ayam itu kita optimis, tapi untuk harga listrik kita butuh waktu kurang lebih 18 bulan," papar Prabowo.

Prabowo menambahkan, prinsipnya ia bersama Sandiaga Uno akan berjuang mengurangi beban ekonomi rakyat Indonesia serta akan berusaha menghentikan segala macam kebocoran dan korupsi dan penghamburan uang yang sudah tidak masuk akal. 

"Kita dukung kebutuhan emak-emak semuanya, pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu yang boros akan kita tutup akan kita kurangi semuanya, kita tutup semua kebocoran negara," imbuhnya. (Alf)

tag: #prabowo-subianto  #pilpres-2019  

Bagikan Berita ini :

Kemendagri RI
advertisement